Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Galapagos fur seal.
Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Nicolas Volcker)

Galapagos fur seal merupakan salah satu spesies anjing laut langka yang hanya dapat ditemukan di wilayah terpencil Amerika Selatan. Mamalia laut dengan nama ilmiah Arctocephalus galapagoensis ini masuk dalam daftar satwa dilindungi karena populasinya yang terus menurun.

Dikenal memiliki daya tahan tubuh kuat dan stamina prima, Galapagos fur seal hidup berkelompok dalam koloni. Sejumlah fakta unik tentang spesies ini dirangkum dari laman Animalia dan Animal Diversity. Berikut ulasannya.

1. Habitat asli galapagos fur seal

Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Jasoncorriveau)

Sesuai dengan namanya, Galapagos fur seal merupakan satwa endemik Kepulauan Galapagos, Ekuador. Meski demikian, beberapa individu juga pernah terpantau di wilayah Peru, khususnya di Kepulauan Foca. Mengutip Animalia, anjing laut ini kerap ditemukan di kawasan berbatu dekat pesisir pantai.

Area bebatuan dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dari sengatan matahari. Galapagos fur seal termasuk hewan karnivora yang mengandalkan berbagai jenis biota laut sebagai sumber makanan, seperti ikan, cumi-cumi, hingga gurita.

2. Kebiasaan hidup di alam liar

Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Nicolas Volcker)

Galapagos fur seal tergolong hewan nokturnal yang aktif pada malam hari. Sebagian besar waktunya dihabiskan di laut untuk mencari makan, dengan durasi mencapai sekitar 16 jam sebelum kembali ke daratan untuk beristirahat.

Saat berburu, anjing laut ini mampu menyelam hingga kedalaman sekitar 30 meter. Mereka hidup dalam koloni berukuran sedang, yang umumnya terdiri dari enam hingga 10 ekor betina dalam satu kelompok.

3. Ciri khas fisik

Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Nicolas Volcker)

Secara fisik, Galapagos fur seal termasuk mamalia berukuran sedang. Berdasarkan data Animal Diversity, individu dewasa memiliki panjang tubuh sekitar 156 sentimeter dengan berat maksimum mencapai 64 kilogram. Sementara itu, ukuran betina cenderung lebih kecil dibandingkan jantan.

Seperti anjing laut pada umumnya, tubuh Galapagos fur seal berbentuk silinder dan diselimuti bulu berwarna kecokelatan. Sirip berukuran besar membantu hewan ini bergerak lincah, baik di darat maupun di perairan.

4. Sistem reproduksi

Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Nicolas Volcker)

Dalam sistem perkawinannya, Galapagos fur seal menganut pola poligini, yakni satu jantan dapat kawin dengan beberapa betina. Musim kawin berlangsung antara Agustus hingga November. Betina memiliki masa kehamilan sekitar 12 bulan.

Setiap kali melahirkan, betina biasanya hanya menghasilkan satu anak. Anak anjing laut tersebut akan diasuh induknya hingga sekitar dua tahun. Galapagos fur seal mencapai kematangan seksual saat berusia sekitar lima tahun.

5. Populasi yang kian langka

Galapagos fur seal (commons.wikimedia.org/Nicolas Volcker)

Data dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat, populasi Galapagos fur seal di alam liar saat ini diperkirakan hanya berkisar antara 10.000 hingga 15.000 ekor. Penurunan populasi yang terjadi secara bertahap membuat spesies ini ditetapkan sebagai satwa dilindungi.

Ancaman terhadap keberlangsungan hidup Galapagos fur seal antara lain berasal dari polusi laut, seperti tumpahan minyak, serta dampak perubahan iklim. Upaya konservasi dan penangkaran diharapkan dapat membantu menstabilkan kembali populasi satwa unik ini, yang juga dikenal memiliki daya tarik pada bentuk tubuh dan perilakunya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team