Comscore Tracker

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!

Kalau ke warung, jangan lupa minta kompek ke buleknya..

Balikpapan, IDN Times - Indonesia dikenal sebagai negara dengan beragam suku bangsa dan bahasa. Di setiap daerah pasti ada bahasa asli daerah itu. Meski menggunakan bahasa Indonesia, namun logat yang digunakan tak mungkin pudar. 

Penetapan Ibu Kota Baru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya di Penajam Paser Utara (PPU) membuka sisi lain dari Benua Etam. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat, bahasa dan logat yang kerap digunakan di Kota Balikpapan. Jika kalian dari luar Balikpapan, pasti akan bingung jika disuguhkan bahasa dan logat ini. Mau tahu apa saja? Yuk, simak di bawah ini.

1. Kompek

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!Ilustrasi plastik (IDN Times/Lia Hutasoit)

Siapa sangka, kata Kompek ini adalah kantung plastik yang biasa kita minta ke penjual atau kita dapatkan setelah membeli sesuatu. Masyarakat Balikpapan lebih sering mengucapkan kata ini dibanding menyebut kantung plastik.

Jika kamu orang luar daerah, pastinya bakal bingung dengan kata ini. Sebab dari segi penulisan saja, kata ini beda jauh dengan artinya.

Jadi kalau ke kota Balikpapan dan membeli sesuatu, jangan lupa minta kompek ke buleknya ya, guys.. hihihi

2. Angsul

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!Ilustrasi Uang Rupiah (ANTARA/Laksa Mahendra/Sandi Arizona/Nusantara Mulkan)

Nah, kalau kata ini biasanya bersamaan kita dapatkan di warung-warung tempat kita belanja. Angsul adalah kembalian. Ketika sehabis membeli barang dengan harga yang lebih murah dari uang yang kita beri, biasanya si penjual akan mengatakan "Nah, angsulmu jangan lupa," kata si lelek.

Hayoo, siapa yang ngikutin cara bicaranya di lelek?

Baca Juga: Calon Ibu Kota Baru, ini Fakta Menarik tentang Kalimantan Timur

3. Cinaboy

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!Ilustrasi Game (IDN Times/Mardya Shakti)

Di Balikpapan juga ada permainan dengan nama khas. Salah satunya yaitu Cinaboy, permainan lempar kaleng yang disusun menjulang dengan bola kasti. Permainan akan dimulai dengan siut atau hompimpa untuk memilih regu. Kemudian regu yang bermain pun melempar kaleng itu hingga berantakan. Selama bola kasti belum di pegang tim lawan, tim yang bermain harus merapikan kembali kaleng-kaleng tersebut. 

Minimal jangan sampai kena lah, po..

4. Bote

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!giphy.com

Hayo,, kalau melihat gambar di atas pasti paham kan? 

Hehe, benar sekali. Bote arti dari kata bohong. Kata ini sering terucap ketika seseorang tidak percaya dengan lawan biacaranya. Contoh katanya seperti ini :

A. Po, adakah uangmu? Pinjam dulu nah habis bensinku eh.

B : Nda ada po. Uangku aja habis eh barusan habis kubelikan es

A : Bah, botenya kamu.

Hihihi, keren kan logatnya?..

5. Ote-ote dan salome

Mau Jadi Warga Calon Ibu Kota Baru? Pelajari Bahasanya Dulu, Yuk!craftlog

Nah sekarang kita ke makanan. Di Balikpapan ada dua makanan dari tepung dengan panggilan tersendiri. Yakni Ote-ote atau bakwan, dan Saloma atau baso aci. 

Untuk Ote-ote sendiri, mungkin masih ada beberapa daerah di pulau Jawa yang memiliki kata yang sama pada penamaan makanan dari campuran sayur dan tepung ini. Tetapi kalau salome, pasti kalian bingung deh. 

Beberapa waktu lalu, sempat viral sebuah video seorang anak sekolah yang di tinggal rekannya sampai malam, berawal ingin membeli salome. Alih-alih perhatikan videonya, warganet justru salah fokus (salfok) dengan kata salome. Jadi kalau kalian ke Balikpapan dan pengen makan baso aci, bilang ke leleknya beli salome ya..

Baca Juga: Sejarah Penajam dari Kota Otonomi hingga Calon Ibu Kota Negara

Topic:

  • Linggauni

Berita Terkini Lainnya