Museum Battiwakal pada tahun 1945 sempat hancur, namun direnovasi kembali sekitar tahun 1990-an dan resmi dibuka sebagai museum pada tahun 1992. Pada halaman depan museum terdiri dua pos yang menyimpan meriam. Meriam ini dulunya digunakan untuk berperang melawan Belanda.
Museum Battiwakal tidak terlalu besar sehingga untuk melihat-lihat museum ini Anda hanya diberi waktu sekitar 1-2 jam saja.
Untuk menuju museum ini, Anda hanya perlu menyeberangi Sungai Segah menggunakan Ketinting, itu pun jika Anda dari pusat Kota Berau atau Tanjung Redeb. Ada alternatif lain di mana Anda bisa menyeberangi jembatan untuk menuju museum tersebut.
Hanya saja, jika menyeberangi sungai Anda bisa memakan waktu 3 menit saja, sedangkan jika lewat jembatan maka memakan waktu sekitar 10-15 menit perjalanan.
Jika Anda mau cepat sampai ke museum, sebaiknya menggunakan ketinting. Selain menghemat waktu, Anda juga hanya dikenakan tarif menyebrang sebesar Rp5 ribu saja.
Cukup murah kan? Tetapi kita bisa belajar tentang kemegahan peninggalan sejarah bangsa kita di masa lampau.