5 Keterampilan Hidup yang Wajib Diajarkan Orang Tua kepada Anak

Samarinda, IDN Times - Setiap orang tua pasti memiliki kekhawatiran yang mendalam terkait keselamatan anak-anak mereka. Kekhawatiran bahwa anak mungkin mengalami kekerasan atau diculik oleh orang jahat menjadi salah satu ketakutan terbesar. Saat memberikan edukasi mengenai bahaya orang asing, banyak orang tua cenderung mengajarkan anak-anak mereka untuk bersikap seperti korban. Namun, penting bagi orang tua untuk memberdayakan anak-anak dengan keterampilan hidup (life skill) yang akan membantu mereka dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Berikut lima keterampilan hidup yang sebaiknya diajarkan orang tua kepada anak, dikutip dari YourTango.
1. Cara membawa diri dengan percaya diri

Tidak semua orang tua memahami bagaimana perasaan anak terhadap dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan kepercayaan diri dengan memberi anak kebebasan untuk melakukan sesuatu secara mandiri. Beri kesempatan kepada mereka untuk menentukan pilihan, akui usaha mereka tanpa berlebihan memuji, serta biarkan mereka belajar dari perjuangan mereka.
Selain itu, pastikan anak menerima kasih sayang yang cukup, seperti melalui pelukan, kata-kata yang hangat, serta menghabiskan waktu berkualitas bersama. Hal ini akan membantu membentuk rasa percaya diri yang kokoh pada anak.
2. Bagaimana memiliki integritas tubuh

Anak-anak harus tahu bahwa tubuh mereka adalah milik mereka dan tidak ada yang berhak menyentuhnya tanpa izin. Kadang, tanpa disadari, orang tua mengirim pesan yang bertentangan dengan membatasi cara anak berpakaian atau memaksa mereka memeluk kerabat.
Sebagai orang tua, penting untuk menghormati hak anak dalam hal ini dan membiarkan mereka menolak sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman. Pemahaman tentang integritas tubuh perlu ditanamkan sejak dini agar mereka tumbuh dengan menghargai hak diri dan orang lain.
3. Cara mempercayai insting mereka

Otak kita sering kali menerima informasi yang tidak kita sadari secara langsung. Ada kalanya kita merasa ada sesuatu yang salah, meskipun sulit dijelaskan. Orang tua perlu mengajarkan anak-anak untuk mempercayai naluri mereka.
Caranya adalah dengan mendengarkan anak saat mereka menyatakan ketidaknyamanan, menghormati keputusan mereka ketika tidak ingin berinteraksi dengan orang tertentu, dan memberi mereka kebebasan dalam memilih apa yang mereka inginkan.
4. Bagaimana menyuarakan pendapatnya

Anak-anak perlu belajar bahwa ketika mereka mengatakan "tidak", maka hal itu harus dihormati. Jika anak menolak berbagi mainan atau tidak ingin melakukan sesuatu, orang tua sebaiknya menghargai keputusan tersebut.
Mengajarkan bahwa suara mereka penting dan harus didengar merupakan langkah krusial dalam membangun rasa percaya diri dan kemandirian anak. Meski membesarkan anak yang memiliki kehendak kuat tidak selalu mudah, sifat ini dapat sangat bermanfaat bagi masa depan mereka.
5. Ketahui apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat

Alih-alih hanya mengajari cara menghindari bahaya, orang tua sebaiknya fokus mengajarkan strategi menghadapi situasi darurat. Misalnya, ajarkan anak apa yang harus dilakukan jika mereka tersesat di mal—temukan seseorang untuk meminta bantuan. Atau, apa yang harus dilakukan jika ada orang yang mencoba menyentuh tubuh mereka tanpa izin—teriak meminta pertolongan, atau gunakan keterampilan bela diri jika memungkinkan.
Cara yang efektif untuk mengajarkan keterampilan ini adalah dengan memainkan permainan peran atau menggunakan boneka untuk memerankan berbagai skenario. Libatkan anak-anak dalam diskusi tentang tindakan yang harus mereka ambil.
Mengajarkan keterampilan hidup ini tidak hanya membantu anak menghadapi tantangan dengan lebih baik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik anak untuk menghadapi dunia luar dengan kesiapan mental yang kokoh.