ilustrasi dua wanita sedang berbincang (pexels.com/Christina Morillo)
Belas kasih muncul dari empati yang tulus—kamu benar-benar memahami perjuangan seseorang tanpa menghakimi. Sementara itu, rasa iba sering disertai pandangan bahwa orang lain lebih rendah atau kurang beruntung dibanding kamu. Akibatnya, rasa iba bisa terasa egois karena lebih fokus ke perasaanmu sendiri.
Belas kasih! Selain bikin hubunganmu dengan orang lain jadi lebih bermakna, belas kasih juga memberdayakan mereka untuk menghadapi masalah dengan lebih percaya diri. Ingat, empati sejati bukan cuma tentang merasakan, tapi juga bertindak untuk kebaikan bersama.
Kamu mau jadi orang yang bikin perbedaan, atau hanya sekadar merasa kasihan? Pilihan ada di tanganmu!