Bermain game kerap dipilih sebagai cara melepas stres dan mencari hiburan. Namun, tidak sedikit orang justru merasa kesal, mudah marah, atau lebih emosional setelah bermain. Kondisi ini memunculkan pertanyaan, mengapa aktivitas yang seharusnya menyenangkan justru memicu temperamen?
Secara psikologis, reaksi emosional saat bermain game tidak hanya dipengaruhi oleh permainannya, tetapi juga oleh cara otak merespons tekanan, tantangan, dan rangsangan yang berlebihan. Tanpa disadari, pengalaman bermain dapat menggeser emosi dari relaksasi menjadi frustrasi.
Berikut lima alasan psikologis mengapa bermain game bisa membuat seseorang menjadi lebih temperamental.
