Kasih orangtua memang sepanjang masa. Walau anaknya telah menikah dan memiliki kehidupan sendiri, orangtua tetap memiliki rasa khawatir. Rasa khawatir tersebut biasanya karena orangtua takut jika anaknya tidak bahagia dengan pasangannya. Akibatnya orangtua terlalu cemas memikirkan kehidupan anaknya dan selalu ingin tahu tentang bagaimana kondisi rumah tangga anaknya.
Kekhawatiran orangtua terhadap kehidupan anaknya setelah menikah perlu disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan masalah. Berikut adalah cara agar orangtua tidak selalu khawatir dengan kehidupan anaknya yang sudah menikah. Mari kita simak!
5 Cara Menyikapi Kekhawatiran Orangtua terhadap Pernikahan Anaknya

1. Jangan menceritakan masalah rumah tangga pada orangtua
Tak perlu menceritakan masalah rumah tangga pada orangtua. Mungkin bagi kita masalah tersebut adalah hal sepele, namun bisa jadi akan menambah beban pikiran orangtua. Bahkan saat masalah telah berhasil diatasi dan kita telah melupakan, terkadang bagi orangtua masih menjadi beban di pikirannya.
Sebaiknya simpan rapat-rapat masalah rumah tangga sekecil apapun masalah itu. Selesaikan berdua hanya dengan pasangan atau orang-orang yang terkait dengan masalah rumah tanggamu saja.
2. Tunjukkan kebahagiaan berumah tangga di hadapan orangtua
Sampaikan pada orangtua bahwa kehidupan pernikahan berjalan baik-baik saja dan bahagia. Sebagai bukti bisa dengan menunjukan keharmonisan hubungan dengan pasangan di hadapan orangtua. Misalnya saat orangtua berkunjung, berusahalah untuk tampil kompak dengan pasangan serta menghindari perdebatan di hadapan orangtua.
Setelah menyaksikan sendiri bahwa pernikahan anaknya baik-baik saja, perasaan orangtua pasti akan menjadi lebih lega. Hal ini juga dapat mengurangi kekhawatiran orangtua tentang kehidupan rumah tangga anaknya.
3. Tinggal terpisah dengan orangtua setelah menikah
Tinggal terpisah dari orangtua setelah menikah adalah pilihan yang baik bagi kedua pasangan. Selain pasangan suami istri dapat menjalani kehidupan rumah tangga secara lebih bebas dan mandiri, tinggal terpisah juga dapat mengurangi kekhawatiran orangtua terhadap kehidupan pernikahan anaknya.
Masa awal pernikahan adalah masa penyesuaian bagi kedua pasangan. Terkadang akan terjadi perdebatan kecil akibat perbedaan pendapat dan kebiasaan dari pasangan. Dengan tinggal terpisah dari orangtua, mereka tidak perlu menyaksikan perdebatan-perdebatan tersebut yang dapat menambah rasa khawatir orangtua.
4. Jangan terlalu banyak merepotkan orangtua
Setelah menikah sebaiknya bisa hidup mandiri dan lepas dari ketergantungan terhadap orangtua. Jangan terlalu banyak merepotkan orangtua apalagi untuk hal yang berhubungan dengan urusan rumah tangga. Misalnya meminjam uang pada orangtua atau terlalu sering menitipkan anak pada orangtua.
Ketika terlalu sering merepotkan orangtua, maka orangtua akan berfikir bahwa kehidupan pernikahan anaknya tidak baik-baik saja. Hal ini akan membuat orangtua menjadi khawatir terhadap kehidupan rumah tangga anaknya.
5. Tutup kekurangan pasangan dihadapan orangtua
Ketika pasangan mempunyai kekurangan, maka tidak perlu diceritakan pada siapapun termasuk pada orangtua. Tutup rapat-rapat kekurangan pasangan agar jangan sampai diketahui oleh orangtua.
Menceritakan kekurangan pasangan pada orangtua tidak akan memberikan solusi apapun. Orangtua malah akan menjadi khawatir dengan kehidupan pernikahan anaknya karena memikirkan kekurangan yang diceritakan.
Rasa khawatir orangtua terhadap anaknya yang sudah menikah terkadang dapat membuat mereka ingin tahu bagaimana keadaan anaknya setelah menikah. Di sisi lain sebagai anak, sesayang apapun kepada orangtua tetap harus bisa menjaga hubungan privasi dengan pasangan. Yakinkan pada orangtua bahwa pernikahan yang dijalani bahagia tanpa perlu membawa orangtua untuk tahu lebih jauh tentang kehidupan pernikahan yang dijalani.