Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pasangan harmonis (pexels.com/Marcelo Chagas)
ilustrasi pasangan harmonis (pexels.com/Marcelo Chagas)

Samarinda, IDN Times - Pernikahan itu kayak topik yang bikin campur aduk—antara penasaran, deg-degan, dan kadang, takut juga. Kamu mungkin sering dengar cerita serem soal pernikahan: konflik gak ada ujung, rasa bosan, atau bahkan ketakutan karena commitment issues.

Tapi, apa iya pernikahan se-menyeramkan itu? Sebelum kamu buru-buru bilang, "Nikah? No, thanks!" coba deh, pikir ulang dengan mempertimbangkan hal-hal berikut.

1. Semua hubungan pasti ada tantangannya

ilustrasi quality time dengan pasangan (freepik.com/tirachardz)

Gak cuma di pernikahan, semua hubungan pasti ada drama kecil-kecilan. Pacaran aja kadang berantem, apalagi pernikahan, kan? Bedanya, pernikahan dibangun atas komitmen yang lebih serius. Jadi, meskipun ada konflik, kamu dan pasangan punya alasan kuat buat menyelesaikan masalah bareng-bareng, bukan kabur.

2. Ketakutan akan komitmen itu normal, tapi bisa diatasi

ilustrasi pasangan bersedih (pexels.com/Anastasiya Lobanovskaia)

Kalau denger kata "komitmen," kamu langsung kebayang hal yang mengikat banget? Yuk, ubah cara pandangnya! Komitmen bukan berarti hidupmu jadi terkunci selamanya. Sebaliknya, komitmen itu seperti landasan kuat yang bikin kamu dan pasangan bisa saling percaya dan fokus membangun kebahagiaan bersama.

Komitmen juga bikin hubungan terasa lebih aman. Ketika kalian sama-sama yakin untuk terus maju bareng, rasa cemas bakal ditinggalkan bisa berkurang. Bonusnya? Kamu bebas jadi diri sendiri tanpa rasa takut dihakimi.

3. Pernikahan itu tentang kerja sama, bukan beban satu orang

ilustrasi pasangan hybrid worker (pexels.com/Elina Fairytale)

Siapa bilang setelah menikah semua beban hidup jadi tanggung jawabmu sendiri? Dalam pernikahan yang sehat, justru kalian berdua jadi teammates yang saling bantu. Dari urusan rumah tangga sampai dukung karier masing-masing, semuanya dikerjakan bareng.

Kuncinya? Komunikasi! Jangan sungkan buat ngomongin ekspektasi atau pembagian tugas biar kalian sama-sama nyaman.

4. Pernikahan bukan akhir dari kebebasanmu

ilustrasi bermain di taman (pexels.com/Kampus Production)

Ada mitos yang bilang, “Nikah itu akhir dari kebebasan.” Padahal, ini cuma masalah sudut pandang. Yes, kamu mungkin gak bisa bebas jalan-jalan setiap saat tanpa ngabarin pasangan, tapi itu bukan berarti hidupmu jadi terkekang.

Pernikahan yang sehat justru bikin kamu tetap bisa jadi dirimu sendiri, sambil belajar menghargai pasangan. Mau me time, nongkrong sama teman, atau self-improvement? Semua tetap bisa dilakukan, asalkan ada saling pengertian.

5. Setiap pernikahan itu unik, jadi jangan dibanding-bandingkan

ilustrasi pernikahan sederhana (pexels.com/cottonbro studio)

Kita hidup di era yang penuh cerita viral soal pasangan yang kelihatannya bahagia tapi akhirnya kandas. Lihat berita perceraian selebriti, denger teman curhat soal konflik rumah tangga, rasanya makin takut buat nikah.

Tapi, ingat ya: setiap pernikahan itu unik. Jangan pakai kegagalan orang lain sebagai standar buat menilai pernikahan. Fokus pada apa yang bikin kamu dan pasangan bahagia. Kamu punya kontrol penuh untuk bikin hubunganmu berjalan sesuai visi kalian berdua.

Pernikahan memang penuh tantangan, tapi juga punya potensi kebahagiaan yang luar biasa. Selama kamu dan pasangan punya komunikasi yang baik, komitmen kuat, dan saling pengertian, segalanya akan terasa lebih ringan.

So, sebelum kamu nge-judge bahwa "marriage is scary," coba deh pertimbangkan lagi dari sisi yang lebih positif. Jangan biarkan ketakutan menghentikanmu buat mencapai kebahagiaan yang kamu impikan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team