Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ayah dan ibu bekerjasama mendidik anak (freepik.com/assumption111)
ilustrasi ayah dan ibu bekerjasama mendidik anak (freepik.com/assumption111)

Samarinda, IDN Times - Anak-anak itu penuh rasa ingin tahu. Kadang, mereka melontarkan pertanyaan yang bikin orang tua garuk-garuk kepala, entah karena sulit dijawab atau topiknya sensitif. Tapi tahu nggak sih? Cara kamu merespons pertanyaan ini bisa berpengaruh besar pada perkembangan mental dan emosional mereka.

Daripada bingung atau malah menghindar, yuk coba enam cara ini biar kamu bisa menjawab pertanyaan anak dengan bijak!

1. Menghargai rasa ingin tahu anak

ilustrasi ngobrol dengan anak (pexels.com/Arina Krasnikova)

Saat anak bertanya, itu tanda bahwa dia penasaran dan ingin belajar. Jangan langsung mengabaikan atau menyepelekan pertanyaannya, ya! Sebaliknya, tunjukkan bahwa kamu menghargai rasa ingin tahunya dengan mendengarkan baik-baik dan memberi jawaban yang jujur.

Misalnya, kalau dia bertanya sesuatu yang bikin kamu kaget, tetaplah tenang. Ingat, anak butuh tempat yang aman untuk bertanya, bukan tempat yang bikin mereka takut dihakimi.

2. Jujur saja bila nggak tahu

ilustrasi ngobrol dengan anak (pexels.com/Mikhail Nilov)

Nggak semua pertanyaan bisa langsung kamu jawab, dan itu nggak masalah! Daripada asal jawab, lebih baik akui kalau kamu belum tahu dan ajak anak mencari jawabannya bersama. Ini justru mengajarkan mereka bahwa belajar itu proses seumur hidup.

Kamu bisa bilang, "Wah, pertanyaan kamu bagus banget! Mama/Papa belum tahu jawabannya, yuk kita cari tahu sama-sama." Ini juga bikin anak belajar cara mencari informasi dengan benar.

3. Sesuaikan jawaban dengan usianya

ilustrasi ibu ngobrol dengan anak (freepik.com/freepik)

Anak usia 5 tahun dan 10 tahun tentu punya pemahaman yang berbeda. Jadi, pastikan jawabanmu sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka. Jangan terlalu rumit, tapi juga jangan terlalu disederhanakan sampai mereka justru makin bingung.

Coba mulai dengan penjelasan dasar, lalu tambahkan detail seiring bertambahnya usia mereka. Bisa juga pakai analogi atau cerita yang relatable supaya lebih mudah dipahami.

4. Tunjukkan empati dan pengertian

ilustrasi anak tidak mandiri (pexels.com/August de Richelieu)

Kadang, pertanyaan anak muncul karena mereka sedang bingung, takut, atau cemas. Misalnya, kalau mereka bertanya tentang kematian atau perpisahan, jangan langsung kasih jawaban yang dingin atau terlalu rasional. Sebaliknya, coba pahami perasaan mereka dan berikan jawaban yang menenangkan.

Misalnya, kalau anak bertanya, "Kenapa orang bisa meninggal?" kamu bisa menjawab dengan lembut, "Semua makhluk hidup punya waktunya masing-masing. Tapi yang penting, kita bisa selalu mengingat kenangan indah bersama mereka." Dengan begitu, mereka merasa lebih aman dan nyaman.

5. Jangan cuma jawab, ajak juga ngobrol

ilustrasi ngobrol (freepik.com/freepik)

Pertanyaan anak sebaiknya nggak berhenti di satu jawaban aja. Sebisa mungkin, ajak mereka ngobrol lebih lanjut supaya mereka bisa lebih memahami topiknya. Ini juga bikin mereka terbiasa berpikir kritis dan nggak segan buat bertanya lagi di lain waktu.

Misalnya, kalau anak bertanya, "Kenapa langit biru?" setelah menjelaskan, kamu bisa balik bertanya, "Menurut kamu, kenapa bisa berubah warna saat matahari terbenam?" Dengan begitu, mereka lebih aktif berpikir.

6. Jadilah contoh dalam berpikir kritis

ilustrasi bermain dengan anak (pexels.com/Alena Darmel)

Anak-anak belajar dari orangtua. Jadi, cara kamu menjawab pertanyaan mereka juga mengajarkan bagaimana cara berpikir dan bersikap.

Misalnya, kalau mereka bertanya soal isu sosial atau moral, kamu bisa gunakan kesempatan ini buat menanamkan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap orang lain. Ini nggak cuma bikin mereka lebih paham, tapi juga membentuk karakter mereka di masa depan.

Menjawab pertanyaan anak memang bisa jadi tantangan, tapi kalau dilakukan dengan sikap yang tepat, ini justru bisa jadi momen berharga untuk membangun hubungan yang kuat dengan mereka. Dengan menghargai rasa ingin tahu, jujur saat nggak tahu, dan memberikan jawaban yang sesuai, kamu membantu anak tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan kritis.

Jadi, siap menghadapi pertanyaan sulit mereka dengan lebih santai dan bijak?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team