Media sosial membuka ruang luas bagi siapa saja untuk berbagi cerita, pencapaian, hingga momen personal. Tak sedikit orang merasa lebih “hidup” ketika unggahannya mendapat perhatian, respons, atau validasi dari orang lain.
Namun secara psikologis, kebiasaan memamerkan kehidupan pribadi secara berlebihan justru berpotensi mengikis ketenangan batin. Dorongan untuk terus berbagi dapat memicu kecemasan, tekanan sosial, dan membuat batas privasi semakin kabur. Menahan diri untuk tidak selalu mengunggah kehidupan pribadi bukan berarti anti-sosial atau tertutup, melainkan cerminan kedewasaan emosional dan kesadaran diri.
Berikut enam tips psikologis yang dapat membantu kamu lebih bijak mengelola dorongan untuk memamerkan kehidupan pribadi di media sosial.
