Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi FOMO (unsplash.com/LJ Lara)
ilustrasi FOMO (unsplash.com/LJ Lara)

Pernah merasa cemas atau gelisah karena melihat postingan teman-teman di media sosial yang sepertinya selalu bersenang-senang? Itu adalah gejala FOMO (Fear of Missing Out).

Ternyata, perasaan ini bisa berdampak buruk pada kebahagiaan kita. Mari kita bahas lebih dalam mengapa FOMO bisa bikin hidup kita jadi kurang bahagia. Yuk simak!

1. Membandingkan diri dengan orang lain

ilustrasi perbandingan (unsplash.com/Mimi Thian)

Kita semua pernah melakukannya, melihat media sosial dan merasa hidup kita kurang menarik dibandingkan dengan orang lain. Membandingkan diri dengan orang lain secara terus-menerus dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat kita merasa tidak puas dengan apa yang kita miliki.

Membandingkan diri secara berlebihan dengan orang lain di media sosial berhubungan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dan peningkatan depresi. Jadi, cobalah fokus pada hal-hal positif dalam hidupmu sendiri dan hindari membandingkan diri dengan orang lain.

2. Mengabaikan kehidupan nyata

ilustrasi sosial media (unsplash.com/LinkedIn Sales Solutions)

FOMO sering kali membuat kita terlalu sibuk memantau media sosial, sehingga kita mengabaikan momen-momen penting dalam kehidupan nyata. Ketika kita terlalu fokus pada apa yang orang lain lakukan, kita kehilangan kesempatan untuk menikmati saat-saat berharga bersama keluarga dan teman.

Terlalu banyak menggunakan media sosial dapat mengurangi keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari dan interaksi sosial di dunia nyata. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam dunia maya dan nikmati momen-momen penting dalam kehidupan nyata.

3. Merasa cemas dan gelisah

ilustrasi takut (unsplash.com/Melanie Wasser)

FOMO sering kali disertai dengan perasaan cemas dan gelisah. Ketika kita merasa tertinggal atau tidak ikut serta dalam sesuatu, kecemasan dan kegelisahan dapat muncul dan mengganggu kesejahteraan mental kita.

FOMO dapat menyebabkan peningkatan tingkat stres dan kecemasan. Jadi, penting untuk belajar melepaskan dan menerima bahwa kita tidak selalu harus terlibat dalam semua hal untuk merasa bahagia.

4. Menguras energi emosional

ilustrasi capek (unsplash.com/Abbie Bernet)

Mengalami FOMO secara terus-menerus dapat menguras energi emosional kita. Merasa selalu tertinggal dan tidak cukup dapat menyebabkan kelelahan emosional yang berdampak buruk pada kesejahteraan secara keseluruhan.

FOMO dapat menguras energi emosional dan menyebabkan kelelahan. Luangkan waktu untuk diri sendiri dan fokus pada hal-hal yang membuatmu bahagia tanpa perlu merasa tertinggal.

5. Mengurangi kepuasan hidup

ilustrasi ketenangan (unsplash.com/Sage Friedman)

FOMO dapat mengurangi kepuasan hidup kita secara keseluruhan. Ketika kita selalu merasa bahwa rumput tetangga lebih hijau, kita cenderung mengabaikan kebahagiaan dan kepuasan yang ada dalam hidup kita sendiri.

Orang yang mengalami FOMO cenderung memiliki tingkat kepuasan hidup yang lebih rendah. Cobalah untuk bersyukur atas apa yang kamu miliki dan fokus pada kebahagiaan yang ada dalam hidupmu.

Mengalami FOMO adalah hal yang wajar di era digital ini, namun penting untuk menyadari dampak negatifnya dan belajar untuk mengatasinya. Fokuslah pada kebahagiaan dan kepuasan hidupmu sendiri. Jangan biarkan perasaan tertinggal menghalangi kebahagiaanmu.

Ingat, hidup ini adalah tentang menjalani momen-momen berharga dan menikmati apa yang ada di hadapanmu.

Editorial Team