monyetnongkrong.wordpress.com
Kuyang merupakan manusia normal pada siang hari dan membaur dengan warga sehingga tak ada yang menyadari bahwa tetangga atau keluarganya merupakan sosok kuyang. Manusia setengah hantu ini bergentayangan di malam hari hanya dengan kepala juga isi tubuhnya yang menggantung.
Sosok kuyang diyakini merupakan ilmu turunan warisan dari nenek moyang di masa lalu. Mereka terkena kutukan saat mempelajari ilmu hitam hingga harus mewariskan ilmunya itu kepada anak turun berjenis kelamin perempuan.
Menurut buku Kumpulan Kisah Nyata Hantu di 13 Kota menerangkan, kuyang beterbangan mencari darah segar dari ibu yang baru saja melahirkan atau bahkan darah bayinya, memiliki dua taring di mulutnya. Untuk menipu korbannya, kuyang dapat mengubah diri menjadi burung atau kucing.
Biasanya sebelum mengejar korban, kuyang akan mengusap perut ibu hamil besar yang akan melahirkan sebelum beraksi di hari kelahiran bayi malang tersebut. Ketika menjadi manusia, kuyang akan menutupi guratan di lehernya dengan rambut panjang dan kain selendang agar tidak kepanasan saat terpapar sinar matahari.
Dipercaya kuyang takut dengan bawang merah, bawang merah tunggal, cermin, sisir, pisau, juga rumput jaringau. Biasanya benda-benda ini diletakkan mengelilingi tubuh ibu hamil yang akan melahirkan untuk menjauhkan kuyang dari tubuh ibu ini.
Wah, seram juga ya urban legend di Kalimantan, bikin gak bisa nyenyak tidur malam nih.