Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bicara dengan teman yang mudah tertrigger emosinya.
ilustrasi bicara dengan teman yang mudah tertrigger emosinya (pexels.com/fauxels)

Berinteraksi dengan orang yang mudah terpancing emosi kerap menjadi tantangan tersendiri. Ketika emosi seseorang mudah meledak, situasi dapat dengan cepat menjadi rumit dan berpotensi memicu konflik. Karena itu, diperlukan sikap dan pendekatan yang tepat agar hubungan sosial tetap terjaga dengan baik.

Untuk menjaga suasana tetap kondusif, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar lawan bicara tidak mudah terpicu emosinya.

1. Berusaha memahami latar belakang emosinya

ilustrasi curhat pada orang yang dipercaya (pexels.com/SHVETS production)

Langkah pertama adalah memahami latar belakang emosional orang tersebut. Reaksi emosional yang berlebihan sering kali dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, tekanan batin, atau masalah pribadi yang tidak terlihat. Dengan memahami kemungkinan pemicunya, respons yang diberikan bisa lebih bijaksana dan terukur.

2. Jangan bertindak atau bicara dengan emosi

ilustrasi tetap tenang menghadapi teman yang sedang marah (pexels.com/Liza Summer)

Saat berhadapan dengan teman yang mudah terpicu emosinya, penting untuk tetap menjaga ketenangan. Mengikuti emosi lawan bicara justru dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, sampaikan pendapat dengan nada yang tenang dan bahasa yang sopan, serta hindari kata-kata yang berpotensi memancing emosi.

3. Tingkatkan keterampilan komunikasi

ilustrasi ngobrol dengan teman (pixabay.com/StockSnap)

Kemampuan komunikasi yang baik juga menjadi kunci utama. Perhatikan cara berbicara, jaga kontak mata yang wajar, dan gunakan bahasa tubuh yang terbuka. Sikap ini menunjukkan bahwa kamu menghargai pendapat lawan bicara, meskipun terdapat perbedaan pandangan. Tujuan komunikasi adalah mencari pemahaman dan solusi bersama, bukan memicu perdebatan.

4. Tawarkan solusi padanya

ilustrasi ngobrol dengan teman (unsplash.com/Christina)

Dalam situasi tertentu, menawarkan bantuan atau solusi secara perlahan dapat membantu menenangkan emosi. Tanyakan dengan cara yang lembut apakah mereka membutuhkan bantuan untuk menghadapi masalah yang sedang dialami. Dukungan yang tepat dapat membuat seseorang merasa diperhatikan dan tidak sendirian dalam menghadapi tekanan.

5. Berikan ruang dan waktu untuk merenung

ilustrasi perempuan yang merenung (pexels.com/Keenan Constance)

Selain itu, memberikan ruang dan waktu juga tak kalah penting. Ada kalanya seseorang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum siap membicarakan masalah. Hindari memaksa mereka untuk langsung berbicara atau mengambil keputusan. Cukup sampaikan bahwa kamu siap mendengarkan dan membantu kapan pun dibutuhkan.

Pada akhirnya, menghadapi teman yang mudah terpicu emosinya membutuhkan kesabaran dan empati. Setiap orang memiliki latar belakang dan perjuangan masing-masing. Dengan pendekatan yang tepat, hubungan dapat tetap terjaga dan konflik dapat diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team