Overthinking kerap tidak hadir sebagai gejolak besar, melainkan berupa bisikan kecil yang terus berputar di kepala. Ia muncul di malam hari, saat sedang sendiri, atau bahkan ketika seseorang dihadapkan pada keputusan sederhana. Pikiran yang seharusnya membantu berpikir jernih justru berubah menjadi beban mental, memicu emosi tidak stabil, sulit tidur, hingga menurunkan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Secara psikologis, overthinking bukan sekadar kebiasaan berpikir berlebihan. Kondisi ini kerap berkaitan dengan kecemasan, kebutuhan untuk mengendalikan situasi, serta ketakutan terhadap ketidakpastian. Meski demikian, overthinking bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, pola pikir ini dapat dilatih untuk berkurang. Jika dijalani selama 30 hari, perubahan mental akan mulai terasa dalam cara berpikir, merasakan emosi, dan merespons berbagai situasi hidup.
Berikut tujuh kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi overthinking kamu dalam 30 hari.
