Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang perempuan melakukan meditasi.
Ilustrasi Cara Meningkatkan Kesehatan Mental tanpa Harus ke Psikolog. (pexels.com/Elina Fairytale)

Overthinking kerap tidak hadir sebagai gejolak besar, melainkan berupa bisikan kecil yang terus berputar di kepala. Ia muncul di malam hari, saat sedang sendiri, atau bahkan ketika seseorang dihadapkan pada keputusan sederhana. Pikiran yang seharusnya membantu berpikir jernih justru berubah menjadi beban mental, memicu emosi tidak stabil, sulit tidur, hingga menurunkan fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Secara psikologis, overthinking bukan sekadar kebiasaan berpikir berlebihan. Kondisi ini kerap berkaitan dengan kecemasan, kebutuhan untuk mengendalikan situasi, serta ketakutan terhadap ketidakpastian. Meski demikian, overthinking bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Dengan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, pola pikir ini dapat dilatih untuk berkurang. Jika dijalani selama 30 hari, perubahan mental akan mulai terasa dalam cara berpikir, merasakan emosi, dan merespons berbagai situasi hidup.

Berikut tujuh kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi overthinking kamu dalam 30 hari.

1. Menulis isi pikiran sebelum tidur

Ilustrasi Kutipan Terbaik Haruki Murakami tentang Keindahan Kehidupan. (pexels.com/George Milton)

Menulis menjadi cara efektif untuk memindahkan beban dari kepala ke media yang lebih nyata. Saat pikiran dipenuhi kekhawatiran, rencana, dan ketakutan, otak terus bekerja tanpa henti. Dengan menuangkannya ke dalam tulisan, otak mendapat sinyal bahwa semua pikiran telah “tersimpan” dan tidak perlu dipikirkan terus-menerus. Cara ini terbukti membantu menurunkan aktivitas mental, terutama menjelang tidur.

Jika dilakukan secara rutin selama 30 hari, kebiasaan menulis melatih seseorang untuk tidak memendam semua pikiran sendirian. Perlahan, overthinking berubah menjadi proses refleksi yang lebih sehat dan terkontrol.

2. Membatasi waktu untuk memikirkan masalah

Ilustrasi Macam-macam Luka Lama yang Selalu Muncul di Setiap Awal Tahun. (pexels.com/Caio Mantovani)

Overthinking juga kerap muncul karena tidak adanya batas waktu untuk berpikir. Masalah dipikirkan kapan saja dan di mana saja, sehingga otak terus berada dalam mode siaga. Secara psikologis, kondisi ini membuat tubuh seolah hidup dalam keadaan darurat tanpa henti.

Dengan menetapkan waktu khusus untuk berpikir, misalnya 20–30 menit dalam sehari, seseorang melatih otak agar tidak mencemaskan segala hal sepanjang waktu. Dalam satu bulan, pola ini membantu pikiran menjadi lebih terstruktur dan tidak mudah dikuasai oleh kecemasan.

3. Mengalihkan fokus ke aktivitas fisik ringan

Ilustrasi Thalassophile, Merasakan Kebahagiaan saat Melihat Laut. (pexels.com/Leeloo The First)

Keterkaitan antara tubuh dan pikiran tidak dapat dipisahkan. Saat tubuh kurang bergerak, pikiran cenderung menjadi lebih aktif dan sulit dikendalikan. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, melakukan peregangan, atau membersihkan rumah dapat membantu mengalihkan energi cemas ke gerakan tubuh.

Dalam 30 hari, kebiasaan ini membentuk respons baru terhadap overthinking. Alih-alih larut dalam pikiran, seseorang terbiasa merespons kecemasan dengan aktivitas fisik yang menenangkan.

4. Melatih penerimaan terhadap hal yang tak bisa dikontrol

Ilustrasi Tips Menjaga Ketenangan Emosi di Situasi yang Menguras Energi. (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Keinginan untuk mengendalikan segalanya juga menjadi salah satu pemicu overthinking. Banyak orang berharap segala sesuatu berjalan sesuai rencana dan ekspektasi, padahal kehidupan penuh dengan ketidakpastian.

Dengan melatih penerimaan setiap hari, seperti mengingatkan diri bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan, pola pikir pun mulai berubah. Dalam sebulan, ketenangan batin akan meningkat karena tekanan untuk mengontrol segala sesuatu perlahan berkurang.

5. Mengubah dialog batin atau inner dialogue

Ilustrasi Tips Membaca Pola Emosi Sendiri agar Tidak Tersesat dalam Pikiran. (pexels.com/Daniil Kondrashin)

Dialog batin memiliki peran besar dalam memicu atau meredakan overthinking. Kalimat negatif seperti “pasti gagal” atau “aku tidak cukup baik” memperkuat kecemasan dan membuat pikiran terus berulang.

Mengganti dialog batin dengan kalimat yang lebih realistis dan penuh empati, seperti mengakui usaha dan memberi ruang untuk belajar dari kesalahan, dapat menciptakan rasa aman secara emosional. Dalam 30 hari, suara di dalam kepala tidak lagi menjadi sumber tekanan, melainkan penopang ketenangan.

6. Mengurangi konsumsi informasi berlebihan

Ilustrasi Cara Mengikhlaskan Tahun Lalu agar Tidak Terbawa ke Tahun Baru. (pexels.com/Alena Shekhovtcova)

Paparan informasi berlebihan juga dapat memicu overthinking. Berita, media sosial, dan berbagai opini yang dikonsumsi tanpa batas membuat otak kewalahan memproses informasi.

Dengan membatasi konsumsi konten yang tidak diperlukan, pikiran mendapat ruang untuk beristirahat. Dalam satu bulan, kejernihan mental meningkat, fokus lebih terjaga, dan kecenderungan overthinking pun berkurang secara alami.

7. Melatih kesadaran saat ini

Ilustrasi Hal yang Perlu Kamu Hadapi agar Tidak Mengulang Siklus yang Sama. (pexels.com/Chuot Anhls)

Overthinking sering kali berakar pada penyesalan masa lalu dan kecemasan akan masa depan. Mindfulness membantu mengembalikan fokus pada momen saat ini, seperti menyadari napas, merasakan tubuh, dan menjalani aktivitas dengan penuh kesadaran.

Melalui latihan sederhana yang dilakukan secara konsisten, otak dilatih untuk hadir di realitas, bukan tenggelam dalam pikiran yang belum tentu terjadi. Dalam 30 hari, kecenderungan berpikir berlebihan akan semakin berkurang.

Mengurangi overthinking bukan berarti menghilangkan pikiran sepenuhnya, melainkan mengubah cara memperlakukan pikiran tersebut. Dengan kebiasaan sederhana yang dijalani secara konsisten selama 30 hari, pola mental baru akan terbentuk—lebih tenang, lebih sadar, dan lebih terkendali. Perlahan, hidup tidak lagi terasa sesak oleh pikiran sendiri karena seseorang telah belajar berdamai dengan isi kepalanya, bukan melawannya.

Itulah tujuh kebiasaan sederhana yang dapat membantu mengurangi overthinking dalam 30 hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team