Membandingkan diri dengan orang lain kerap menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Paparan media sosial, lingkungan pergaulan, hingga standar kesuksesan yang terus dipertontonkan membuat banyak orang tanpa sadar mengukur nilai diri dari pencapaian, penampilan, maupun kehidupan orang lain. Jika dibiarkan, kebiasaan ini perlahan menggerus harga diri dan memunculkan perasaan selalu tertinggal.
Secara psikologis, kebiasaan membandingkan diri bukan sekadar soal rasa iri atau cemburu. Pola ini berkaitan erat dengan cara seseorang memaknai nilai dirinya sendiri. Menariknya, ketika perbandingan mulai dihentikan, perubahan mental yang terjadi sering kali terasa signifikan.
Berikut lima hal yang umumnya terjadi pada harga diri seseorang ketika ia berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain.
