Cara seseorang berbicara kerap meninggalkan kesan yang lebih kuat dibandingkan isi pembicaraan itu sendiri. Tidak sedikit hubungan menjadi renggang bukan karena niat buruk, melainkan akibat gaya komunikasi yang tanpa disadari melukai, melelahkan, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Ironisnya, hal tersebut sering dianggap sebagai sesuatu yang “biasa saja” oleh pelakunya.
Secara psikologis, gaya bicara mencerminkan cara seseorang memandang diri sendiri dan orang lain. Ketika komunikasi tidak disertai empati dan kesadaran sosial, orang lain cenderung menjaga jarak. Bukan karena membenci, melainkan sebagai bentuk perlindungan diri.
Berikut lima gaya bicara yang kerap membuat seseorang dijauhi tanpa disadari.
