Dalam banyak hubungan, persoalan utama kerap bukan soal kurangnya cinta, melainkan minimnya kemampuan untuk benar-benar mendengarkan. Tidak sedikit orang mendengar hanya untuk membalas, membela diri, atau buru-buru memberi solusi, bukan untuk memahami. Akibatnya, pesan emosional sering terabaikan dan hubungan pun dipenuhi salah paham.
Secara psikologis, mendengarkan merupakan bentuk kehadiran emosional yang sangat kuat. Ketika seseorang merasa didengar, ia merasa diakui, dihargai, dan aman. Kebiasaan mendengarkan secara lebih dalam terbukti mampu memperbaiki komunikasi sekaligus mengubah dinamika hubungan.
Berikut lima alasan mengapa mendengarkan lebih banyak dapat membawa perubahan besar dalam hubungan.
