Ilustrasi wanita bermain gedget (freepik.com/freepik)
Jika pasangan tiba-tiba menggunakan bahasa yang lebih formal dalam chat, seperti “baik,” “terima kasih,” atau “silakan,” hal ini bisa menjadi sinyal adanya perubahan dalam emosi mereka. Bahasa yang lebih kaku bisa menunjukkan perasaan tidak nyaman atau adanya batasan emosional yang sedang mereka coba jaga. Namun, hal ini juga bisa menjadi bentuk kesopanan dalam situasi tertentu. Jika perubahan ini terasa tidak biasa, ada baiknya untuk menanyakan secara langsung apakah ada hal yang mengganjal.
Meskipun cara membalas chat dapat memberikan gambaran tentang perasaan pasangan, komunikasi langsung tetap menjadi kunci utama dalam memahami satu sama lain. Jika ada perubahan pola komunikasi yang terasa janggal, lebih baik mengklarifikasinya secara terbuka daripada hanya menebak-nebak. Hubungan yang sehat dibangun di atas komunikasi yang jujur dan saling menghargai.