Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Budi Widihartono, Kamis (20/6/2024). (IDN Times/Sri Wibisono)
Dalam kesempatan sama, Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Budi Widihartono sangat mengapresiasi komitmen BCA dalam membantu pertumbuhan pengusaha UMKM di Samarinda, lewat pemberdayaan sertifikat halal produk kuliner.
"Saya sangat mengapresiasi kepada BCA, agar jangan sampai pengusaha UMKM kita kalah bersaing dengan produk pengusaha luar negeri," ujarnya saat memberikan kata sambutan.
Seperti diketahui, kata Budi sertifikasi halal produk kuliner UMKM di Kaltim masih terbilang rendah dibandingkan provinsi lain, yakni sebanyak 37.919 jenis. Sangat jauh dibandingkan provinsi lain di Indonesia yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu produk.
Pada era saat ini, Budi melanjutkan, masyarakat di Indonesia dihadapkan pada gempuran produk kuliner dari negara-negara asing. Sepertinya contohnya, sejumlah restoran dari Thailand, Jepang, dan lainnya di mana mereka terlebih dahulu sudah mengupayakan label sertifikat halal pada kulinernya.
Menurutnya, penyematan sertifikat halal pada produk kuliner sudah bergeser dari sebelumnya hanya menyasar konsumen dari umat muslim. Pasalnya mayoritas konsumen kelompok lainnya pun sudah menaruh perhatian pada labelisasi halal. "Sertifikat halal bukan hanya soal umat muslim saja, tapi konsumen kelompok lain yang memberikan perhatian pada kebersihan dan kesehatan. Lihat saja di mal-mal," paparnya.
Tren dunia saat ini mengutamakan soal kebersihan dan kesehatan produk-produk kuliner. Hal tersebut semakin memperoleh kepercayaan saat ada labelisasi halal dari lembaga terpercaya.
"Sekarang restoran Thailand dan Jepang menyematkan sertifikasi halal pada produk mereka," ungkapnya.
Sehubungan itu, Budi mendorong pengusaha kuliner UMKM di Indonesia berlomba-lomba menyematkan sertifikasi halal pada produk kulinernya sejak hulu hingga hilir. Agar pengusaha UMKM di tanah air ke depannya semakin mampu bersaing di pasar nasional maupun dunia internasional.