Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi pesawat parkir di Bandara APT Pranoto Samarinda  (IDN Times/Yuda Almerio)
Ilustrasi pesawat parkir di Bandara APT Pranoto Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Samarinda, IDN Times - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memastikan keberlanjutan akses transportasi ke wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Kalimantan Timur dengan kembali mengoperasikan enam rute penerbangan perintis pada 2026.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan kontrak subsidi angkutan udara perintis tahun anggaran 2026 telah berlaku efektif sejak 5 Januari hingga 31 Desember 2026. Dalam pelaksanaannya, UPBU menggandeng maskapai Smart Aviation sebagai operator penerbangan.

“Enam rute yang dilayani meliputi penerbangan pulang pergi dari Samarinda ke Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahau, dan Maratua, serta rute penghubung antarwilayah seperti Datah Dawai–Melak dan Maratua–Berau,” ujar Kadek dilaporkan Antara di Samarinda, Jumat (16/1/2026).

1. Frekuensi penerbangan disesuaikan dengan kebutuhan daerah

Ilustrasi penumpang Bandara APT Pranoto Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Ia menjelaskan, frekuensi penerbangan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Rute dengan tingkat permintaan tinggi, seperti Samarinda–Long Ampung dan Samarinda–Datah Dawai, dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute Maratua–Berau dijadwalkan satu kali per minggu.

Seluruh penerbangan perintis ini menggunakan pesawat Grand Caravan C208-B berkapasitas 12 penumpang. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis hingga 10 kilogram serta bagasi kabin seberat 5 kilogram.

Terkait pembelian tiket, UPBU menerapkan sistem penjualan langsung di loket bandara atau melalui pemesanan via telepon kepada petugas setempat. Skema ini diterapkan mengingat keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah 3TP.

2. Layanan penerbangan bagi masyarakat Kaltim

Maskapai Susi Air di Bandara APT Pranoto Samarinda (IDN Times/Yuda Almerio)

Kadek menambahkan, Smart Aviation kembali terpilih sebagai operator melalui mekanisme e-purchasing karena menawarkan harga paling kompetitif serta memiliki rekam jejak operasional yang dinilai baik pada penerbangan perintis tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan tingkat keterisian kursi antara 10 hingga 12 penumpang per penerbangan agar subsidi angkutan udara yang diberikan negara dapat dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Meski difokuskan untuk angkutan penumpang, pesawat perintis ini juga berpotensi mengangkut kargo kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman, sepanjang masih tersedia ruang muat setelah penumpang dan bagasi utama terpenuhi.

3. Persyaratan penggunaan layanan ini

Petugas bandara saat memeriksa salah satu penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda. (Dok. IDN Times/istimewa)

Ia menegaskan, tidak ada persyaratan administrasi khusus bagi masyarakat yang hendak menggunakan layanan ini. Namun, standar keselamatan tetap diberlakukan secara ketat, termasuk kewajiban membawa surat keterangan dokter bagi ibu hamil dan penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Melalui layanan ini, kami berharap keterisolasian wilayah 3TP dapat teratasi, kesenjangan pembangunan semakin dipersempit, dan roda perekonomian lokal di Kalimantan Timur dapat terus bergerak,” tutup Kadek.

Editorial Team