Keenam perusahaan yang sepakat berinvetasi di IKN berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari kuliner, perhotelan, pendidikan, ritel modern, hingga konstruksi dan properti, baik komersial maupun residensial. (IDN Times/Erik Alfian)
Untuk sektor kuliner, PT Solusi Harapan Nusantara - yang menaungi merek seperti Bakoel Bamboe dan Katta Coffee & Kitchen - akan membangun pusat kuliner di lahan seluas ±1.800 m².
Di sektor perhotelan, PT Makmur Berkah Hotel (MBH), anak perusahaan dari emiten PT Makmur Berkah Amanda Tbk yang mengelola jaringan internasional seperti Element by Westin dan Four Points by Sheraton, akan menghadirkan hotel bintang lima dari jaringan Marriott International di atas lahan ±2,04 hektare.
Sementara itu, dari sektor pendidikan, PT Australia Independent School (AIS) Nusantara akan mendirikan sekolah bertaraf internasional dengan kurikulum International Baccalaureate (IB). Sekolah ini akan dibangun di lahan seluas ±7.900 m², dengan total luas bangunan mencapai 10.000 m² dan kapasitas hingga 750 siswa. AIS sendiri telah memiliki pengalaman lebih dari 28 tahun dalam pengelolaan sekolah di Jakarta dan Bali.
Dari dunia ritel modern, PT Maxi Nusantara Raya - pengelola jaringan swalayan lokal seperti Maxi Swalayan dan Maxi Lux di Kalimantan Timur - akan menghadirkan supermarket modern lengkap dengan zona kuliner di atas lahan ±0,21 hektare.
Dua perusahaan nasional turut berkontribusi di sektor konstruksi dan properti. PT Kreasibeton Nusapersada dari Medan akan mengembangkan kompleks apartemen, perkantoran swasta, dan supermarket di atas lahan ±9.342 m². Perusahaan ini dikenal lewat proyek ikonik seperti JW Marriott Hotel Medan dan Jalan Tol Medan–Kualanamu.
PT Daya Mulia Turangga, dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang infrastruktur, akan membangun kawasan perkantoran dan area komersial di lahan seluas ±2,88 hektare. Rekam jejak perusahaan ini mencakup pembangunan jalan, jembatan, hingga gedung komersial di berbagai wilayah Indonesia.