Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi inflasi (freepik.com)
Ilustrasi inflasi (freepik.com)

Samarinda, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat tingkat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Provinsi Kalimantan Timur pada Mei 2025 mencapai 1,03 persen. Angka ini berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,32. Inflasi ini mencerminkan adanya kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran rumah tangga selama satu tahun terakhir.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa inflasi ini didorong oleh naiknya harga barang dan jasa di berbagai sektor konsumsi. Menurutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 8,11 persen.

"Selain itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 2,45 persen, disusul penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 1,93 persen," kata Yusniar dalam siaran pers, Senin (2/6/2025).

1. Kelompok makanan hingga restoran catat kenaikan harga

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana. (Dok. Istimewa)

Dia menambahkan Inflasi tahun ke tahun ini utamanya disebabkan oleh naiknya harga pada kelompok makanan, perawatan pribadi, hingga jasa restoran. "Ini menggambarkan adanya tekanan harga yang cukup merata di beberapa sektor konsumsi masyarakat,” ujar Yusniar.

2. PPU catat inflasi tertinggi

Ilustrasi pesawat. (IDN Times/Aditya Pratama)

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara yang mencatat angka 1,27 persen dengan IHK sebesar 109,05. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Berau dengan 0,92 persen dan IHK sebesar 108,55. Yusniar menambahkan bahwa perbedaan tingkat inflasi di tiap kabupaten/kota dipengaruhi oleh karakteristik konsumsi masyarakat dan dinamika harga komoditas di masing-masing daerah.

Meski sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan, ada juga kelompok yang justru mengalami penurunan indeks harga. Kelompok transportasi tercatat mengalami penurunan tertinggi, yaitu sebesar 1,96 persen. Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,44 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,19 persen.

“Penurunan harga pada kelompok transportasi berkontribusi pada deflasi bulanan, terutama karena adanya koreksi harga pada angkutan udara,” jelas Yusniar.

3. Inflasi masih terkendali

ilustrasi inflasi (freepik.com/freepik)

Di sisi lain, BPS juga mencatat adanya deflasi secara bulanan (month to month/m-to-m) pada Mei 2025 sebesar 0,35 persen. Sedangkan untuk inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d), Kalimantan Timur mencatat angka sebesar 1,30 persen.

Yusniar menilai bahwa inflasi tahunan Kaltim pada Mei 2025 masih dalam kategori terkendali. Namun, ia mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan untuk tetap waspada terhadap dinamika harga, terutama menjelang periode-periode yang sensitif terhadap inflasi seperti tahun ajaran baru atau menjelang hari besar keagamaan.

Editorial Team