Balikpapan, IDN Times – Harga properti residensial di Balikpapan mulai mengalami perlambatan pada triwulan II-2025. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang hanya naik 0,96 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya sebesar 1,31 persen (yoy).
Perlambatan ini dipengaruhi oleh turunnya harga rumah tipe menengah dan kecil, serta penurunan penjualan residensial sebesar 11 persen dibandingkan triwulan I-2025. Kondisi tersebut sejalan dengan permintaan pasar yang kembali normal usai lonjakan permintaan tahun lalu yang didorong oleh masifnya pembangunan dan ekspektasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut kondisi ini membuat developer lebih fokus menjual rumah tipe menengah dan kecil. “Strategi ini ditempuh untuk mendorong penjualan, sejalan dengan melambatnya harga pada dua tipe tersebut,” ujarnya dalam siaran pers.