Ilustrasi air minum dalam kemasan (Dok. ANTARA News)
Para ahli ekonomi mendorong terjadinya pasar persaingan sempurna di mana tidak ada halangan untuk masuk dan keluar dalam industri tersebut. Menurut Budisatrio, terjadi barriers to entry ke dalam pasar industri galon air kemasan yang menyebabkan terjadinya imperfect competition atau pasar persaingan tidak sempurna.
“Ada barriers to entry. Kalau membeli galon A, dan ternyata galon A tidak ada di toko, kita harus membawa pulang galon kosong itu. Kita tidak bisa menukarnya dengan merek galon B. Ini otomatis ada sebuah kontrak jangka panjang yang sadar atau tidak sadar terbuat dari sistem yang ada saat ini,” paparnya.
“Ini adalah barriers untuk masuk. Jadi, galon yang kita pegang tadi adalah investasi di awal, karena kita membeli dan kita tidak bisa menukarnya dengan galon lain, padahal airnya dalam galon sama. Jadi, otomatis di-lock-in (pelanggan dikunci). Switching cost-nya jadi mahal. Inilah yang membuat sebuah barrier,” katanya.