Balikpapan, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan infrastruktur energi terintegrasi proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Megaproyek strategis nasional ini menelan investasi hingga Rp123 triliun.
Melalui proyek RDMP, kapasitas produksi BBM Kilang Pertamina Balikpapan meningkat signifikan dari sebelumnya 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor BBM.
Proyek ini sempat mengalami penundaan peresmian yang awalnya dijadwalkan pada Mei 2024. Penundaan tersebut terjadi menyusul sejumlah insiden kebakaran selama masa konstruksi, yang kemudian memunculkan dugaan adanya unsur sabotase.
“Saya tidak mengerti apakah kebakaran itu terjadi karena faktor teknis atau faktor lain. Karena itu saya perintahkan untuk dilakukan investigasi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Balikpapan.
