Comscore Tracker

Ini Alasan Istana Unggah Video Jokowi Marah pada Para Menterinya 

Jokowi sentil menterinya yang kerja biasa-biasa saja 

Jakarta, IDN Times - Arahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada sidang kabinet paripurna yang berlangsung Kamis (18/6) baru saja diunggah pihak Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6) lalu.

Kejadian yang diunggah berselang 10 hari ini pun membuat publik bertanya-tanya kenapa baru kemarin pihak Istana mempublikasikan arahan Jokowi yang terlihat marah-marah terhadap menterinya itu. 

1. Sidang kabinet internal, baru dipublikasikan dengan izin presiden

Ini Alasan Istana Unggah Video Jokowi Marah pada Para Menterinya Dok. Biro Pers Kepresidenan

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, mengatakan bahwa saat itu sidang kabinet paripurna memang bersifat internal. Sehingga tidak bisa langsung dipublikasikan.

"Namun setelah kami pelajari pernyataan presiden, banyak hal yang baik, dan bagus untuk diketahui publik sehingga kami meminta izin kepada Bapak Presiden untuk mempublikasikannya. Makanya baru di-published," ujar Bey dalam keterangan persnya, Senin (29/6).

Baca Juga: Jokowi Sesalkan Anggaran Kesehatan Rp75 T Baru Diserap 1,53 Persen

2. Pihak Istana mempelajari arahan Jokowi sebelum dipublikasikan

Ini Alasan Istana Unggah Video Jokowi Marah pada Para Menterinya Dok. Biro Pers Kepresidenan

Meski begitu, Bey mengatakan pihaknya tidak langsung memutuskan untuk mempublikasikan video tersebut. Tetapi perlu juga banyak pertimbangan sebelum akhirnya dipublikasikan.

"Kami pelajarinya agak lama juga, pelajari berulang-ulang," ucapnya.

3. Jokowi jengkel pada kinerja menterinya dan ancam akan melakukan reshuffle kabinet

Ini Alasan Istana Unggah Video Jokowi Marah pada Para Menterinya Dok. Biro Pers Kepresidenan

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat merasa jengkel terhadap kinerja para menterinya dalam menangani virus corona atau COVID-19. Dalam video berdurasi 10 menit itu, Jokowi mengungkapkan bahwa kinerja para menterinya tidak ada progres signifikan dan ia pun mengancam untuk melakukan reshuffle kabinet.

"Bisa saja membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ujar Jokowi dalam sebuah video yang diunggah di channel YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6).

Jokowi menilai nihilnya progres signifikan dari kinerja para menteri ini terlihat dari lambatnya belanja anggaran penanganan COVID-19. Salah satunya yang disinggung soal anggaran penanganan COVID-19 dari sektor kesehatan.

"Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya. Karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Saya beri contoh, bidang kesehatan itu dianggarkan Rp75 triliun. Rp75 triliun baru keluar 1,53 persen coba," tuturnya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti penyaluran bantuan sosial sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak COVID-19. 

"Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan. Meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini extra ordinary. Harusnya 100 persen," ungkap Jokowi.

Bidang ekonomi juga disinggung oleh Jokowi. Pria kelahiran Solo ini meminta agar seluruh stimulus yang sudah disiapkan segara direalisasikan. Khususnya, stimulus yang menyasar pelaku UMKM. 

"Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita," kata Jokowi.

Baca Juga: Gemas dengan Kinerja Menteri, Jokowi: Bisa Saja Reshuffle

Topic:

  • Mela Hapsari

Berita Terkini Lainnya