Pontianak, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar) memaparkan data kemiskinan setempat sudah mencapai 6,72 persen. Di tahun 2023 tingkat kemiskinan tertinggi di Kalbar yakni ada di Kabupaten Melawi, sedangkan paling rendah adalah Kabupaten Kubu Raya.
Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengaku menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach) untuk mengukur kemiskinan masyarakat.
“Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan, dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan non makanan),” ungkap Saichudin, Senin (11/12/2023).
