Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS Kalbar: Rokok Kretek Jadi Komoditas Penyumbang Kemiskinan
Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat (Kalbar) memaparkan data kemiskinan setempat sudah mencapai 6,72 persen. Di tahun 2023 tingkat kemiskinan tertinggi di Kalbar yakni ada di Kabupaten Melawi, sedangkan paling rendah adalah Kabupaten Kubu Raya.

Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengaku menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach) untuk mengukur kemiskinan masyarakat.

“Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan, dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan non makanan),” ungkap Saichudin, Senin (11/12/2023).

1. Angka kemiskinan di Kalbar turun 0,10 persen

BPS Kalbar merilis sejumlah data kepada awak media. (IDN Times/Teri).

Saichudin mengatakan, angka kemiskinan di Kalbar per Maret 2023 mencapai angka 6,71 persen, turun dibandingkan dengan kondisi bulan September 2022 yakni di angka 6,81 persen.

Demikian juga dengan kemiskinan ekstrem, kemiskinan ekstrem Kalbar turun menjadi 0,99 persen kemudian dapat bantuan dari pemerintah pusat terkait penuruanan angka kemiskinan.

“Turun 0,10 persen poin terhadap September 2022 dan turun 0,02 persen poin terhadap Maret 2022,” ucap Saichudin.

Jika disebutkan, kata Saichudin, jumlah penduduk miskin di Kalbar pada Maret 2023 yakni sebanyak 353,35 ribu orang. Angka ini turun sebanyak 3,2 ribu orang dari September 2022.

2. Beras dan rokok kretek jadi komoditas besar penyumbang kemiskinan

ilustrasi rokok (IDN Times/Arief Rahmat)

Saichudin mengungkapkan, pihaknya juga mendata sejumlah komoditas yang memberi sumbangan besar terhadap garis kemiskinan beserta kontribusinya per Maret 2023.

Komoditas penyumbang kemiskinan terbesar di Kalbar baik itu di perkotaan ataupun di pedesaan adalah komoditas makanan di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, dan telur ayam ras.

Komoditas penyumbang kemiskinan tertinggi kategori makanan di perkotaan untuk beras berjumlah 19,50 persen, sedangkan di pedesaan menyumbang 24,88 persen. Untuk rokok kretek filter di perkotaan menyumbang sebanyak 14,82 persen, sedangkan di pedesaan 14,09 persen.

Sedangkan komoditas terbesar penyumbang kemiskinan terbesar kategori bukan makanan adalah perumahan, bensin, dan listrik. Untuk perumahan di perkotaan menyumbang sebanyak 8,17 persen, dan di pedesaan sebanyak 8,95 persen. Lalu bensin di perkotaan menyumbang sebanyak 4,76 persen, dan di pedesaan sebanyak 4,80 persen.

“Komoditas garis kemiskinan yang sangat besar pengaruhnya itu beras, kemudian kedua adalah rokok kretek, walaupun dia tidak ada nilai kalorinya tapi banyak dikonsumsi masyarakat miskin, dia berpengaruh dengan garis kemiskinan yang cukup besar,” jelas Saichudin.

3. Ada 147,57 ribu orang di Kalbar nganggur

diadona.id

Dari data yang dihimpun oleh BPS Kalbar dari per bulan Agustus 2023 jumlah penduduk usia kerja berjumlah 4,21 juta orang. Jumlah angkatan kerja (AK) 2,92 juta orang. Bukan Angkatan Kerja (BAK) 1,29 juta orang. Yang bekerja 2,78 juta orang. Dan pengangguran berjumlah 147,57 ribu orang.

Dari data yang disampaikan, terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 217,72 ribu orang sepanjang periode Agustus 2022 sampai Agustus 2023.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) menurut Kabupaten Kota di Kalbar per Agustus 2023, angka pengangguran tertinggi di Pontianak yakni berjumlah 8,92 persen. Selanjutnya, angka TPT terendah ada di Kabupaten Kapuas Hulu yakni berjumlah 2,19 persen.

Editorial Team