ilustrasi kekerasan (IDN Times/Nathan Manaloe)
Helpi menyatakan, kasus kekerasan pada perempuan dan anak di Banjarmasin cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2022, ia menyebutkan kasusnya yang cukup tinggi mencapai 156 kasus sepanjang tahun.
Angka kekerasan perempuan dan anak ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kenaikan jumlah tersebut menunjukkan makin tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi kasus kekerasan perempuan dan anak.
"Setiap tahun naik laporannya, itu pertanda baik. Kita terus mengimbau agar masyarakat berani melaporkan kekerasan perempuan dan anak, entah itu keluarga, tetangga. Semakin cepat dilaporkan semakin baik untuk diberikan penanganan dan pembinaan," katanya.