Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
20 Ribu Hektare Sawah Baru Disiapkan, Kaltim Optimis Swasemba Pangan
Bekerja di sawah (pexels.com/ Suryo Patriandito)

Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan komitmennya untuk mendorong swasembada pangan, khususnya beras, di daerah tersebut. Saat ini, Kaltim masih sangat bergantung pada pasokan beras dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa.

Ketergantungan tersebut dinilai berisiko memicu inflasi, terutama jika terjadi gangguan seperti gagal panen di daerah pemasok atau cuaca ekstrem yang menghambat distribusi.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu, Rudy mengungkapkan bahwa Kaltim telah menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare untuk program pencetakan sawah baru. Hal tersebut terungkap dalam akun IG Pemprov Kaltim.

1. Mengurangi ketergantungan dari pasokan luar

Langkah ini tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar daerah, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada beras nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Rudy menyebut, Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran besar hingga ratusan miliar rupiah untuk mendukung program tersebut. Ia menegaskan, Kaltim harus memanfaatkan peluang ini dengan menyiapkan lahan yang siap dikembangkan.

Sejumlah wilayah yang dinilai strategis untuk pengembangan sawah baru berada di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Barat. Kedua daerah ini memiliki potensi lahan luas dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit.

2. Pemanfaatan area non-hutan di luar konsesi usaha

Panen raya area persawahan padi Program Makmur PT Pupuk Kaltim di Bontang. Foto istimewa

Ia memastikan, lahan yang digunakan merupakan area nonhutan atau areal penggunaan lain (APL) di luar konsesi usaha. Hal ini dilakukan untuk menghindari praktik deforestasi dalam pengembangan sektor pertanian.

Selain perluasan lahan, pengembangan pertanian juga akan didukung dengan penerapan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas. Pemerintah juga akan mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah ada, khususnya di Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

3. Mewujudkan swasembada pangan di Kaltim

Wagub Kaltim, Seno Aji. (Dok. Pemprov Kaltim)

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menambahkan, dengan adanya tambahan 20.000 hektare sawah baru, total luas lahan pertanian di Kaltim diperkirakan mencapai 50.000 hektare.

Ia optimistis peningkatan luas lahan tersebut akan memperbesar peluang Kaltim untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Jika dalam setahun bisa dilakukan dua kali panen, maka dari 50 ribu hektare lahan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 400 ribu ton beras per tahun. Dengan begitu, target swasembada pangan di Kaltim bisa tercapai,” ujarnya.

Editorial Team