Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Mahasiswa Sempat Diamankan Polisi pada Aksi Demo di Pontianak
Seruan Aksi demo di Pontianak berlangsung hingga malam. (IDN Times/istimewa).

Pontianak, IDN Times - Aksi penyampaian aspirasi yang digelar Aliansi Generasi Z Revolution di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) berujung ricuh. Massa sempat bertahan hingga melewati batas waktu yang diberikan kepolisian.

Dalam aksi tersebut, sejumlah fasilitas dibakar dan sempat terjadi aksi saling lempar hingga petugas mengambil tindakan untuk membubarkan massa.

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto, menjelaskan bahwa aksi awalnya berlangsung aman dan damai. Massa memulai pergerakan dari Bundaran Digulis menuju Kantor Gubernur Kalimantan Barat untuk menyampaikan aspirasi, sebelum kembali ke titik kumpul semula.

1. Massa lewati batas waktu aksi

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto. (IDN Times/istimewa).

Namun, situasi berubah ketika sejumlah peserta aksi melakukan pembakaran terhadap fasilitas di lokasi, termasuk water barrier dan meja kayu.

“Kami biarkan, kami berikan keleluasaan untuk menyampaikan aspirasi apa yang menjadi kegundahan,” ujar Endang, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, kepolisian telah memberikan waktu kepada massa hingga pukul 18.30 WIB. Petugas juga berulang kali mengimbau peserta aksi agar membubarkan diri dan kembali ke kampus maupun rumah masing-masing dengan aman.

Karena massa tetap bertahan, kepolisian akhirnya mengambil tindakan pembubaran sesuai prosedur pengendalian massa.

“Jadi ini yang terjadi, sempat terjadi aksi lempar dan kita dari kepolisian, baik itu Polda Kalbar ataupun Polresta Pontianak, tadi ada yang terluka,” ungkapnya.

2. Empat mahasiswa sempat diamankan

Aksi demo di Pontianak ricuh. (IDN Times/istimewa).

Di tengah situasi yang memanas, polisi mengamankan empat orang dari kelompok mahasiswa. Setelah itu, koordinator lapangan melakukan negosiasi dengan kepolisian dan meminta agar rekan-rekan mereka yang diamankan dikembalikan.

Endang mengatakan, kepolisian menyepakati permintaan tersebut. Keempat orang yang diamankan kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan antara aparat dan peserta aksi setelah terjadi kericuhan di lapangan.

3. Kapolresta minta mahasiswa sampaikan aspirasi tanpa kericuhan

Seruan aksi demo di Pontianak ricuh. (IDN Times/istimewa).

Endang juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya karena arus lalu lintas harus ditutup hingga malam hari demi menjaga keselamatan bersama.

Dampak aksi tersebut turut dirasakan para pedagang kaki lima di sekitar Bundaran Untan. Sejumlah pedagang mengeluhkan dagangan mereka tidak laku akibat aktivitas demonstrasi.

Atas kondisi itu, Endang mengajak mahasiswa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

“Polisi tidak mau berhadapan dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pihak dapat menahan diri agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib tanpa menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

“Semua bisa dibicarakan baik-baik,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article