Ramadan selalu hadir dengan warna yang berbeda di setiap negara Muslim. Meski esensi puasanya sama—menahan diri, memperbanyak ibadah, dan berbagi—cara masyarakat merayakannya dipengaruhi oleh budaya, sejarah, serta nilai-nilai lokal yang diwariskan turun-temurun. Dari gang sempit hingga kota metropolitan, Ramadan menjadi ruang pertemuan antara iman dan tradisi.
Di balik perbedaan bahasa dan adat, terdapat benang merah yang sama: kerinduan akan kebersamaan dan kehangatan. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar pelengkap suasana, melainkan wujud nyata bahwa Ramadan adalah perjalanan spiritual yang dijalani bersama.
Berikut enam tradisi Ramadan unik dan sarat makna di berbagai negara Muslim:
