Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ADHD Bukan Sekadar Sulit Fokus, Ini Dampaknya pada Persepsi Waktu
ilustrasi penderita ADHD (pexels.com/RODNAE Productions)

Orang dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau gangguan neurodevelopmental umumnya mengalami kesulitan dalam menjaga konsentrasi, mengontrol impuls, hingga merasa gelisah. Kondisi ini bisa muncul sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa.

Selain itu, penderita ADHD juga kerap mengalami kondisi yang dikenal sebagai “buta waktu” atau time blindness, yakni kesulitan memahami dan memperkirakan waktu secara akurat.

1. Batasi waktu untuk masing-masing pekerjaan

ilustrasi perencanaan. (Pexels.com/Christina Morillo)

Dilansir dari yestherapyhelps, ADHD dapat memengaruhi cara otak memproses waktu, terutama pada bagian korteks prefrontal kiri, anterior cingulate, dan area motorik tambahan. Akibatnya, penderita ADHD sering merasa kesulitan membedakan durasi waktu atau memperkirakan berapa lama suatu aktivitas berlangsung.

Karena itu, kesadaran terhadap waktu menjadi hal penting yang perlu dilatih oleh penderita ADHD. Manajemen waktu yang baik dapat dimulai dengan memahami prioritas dan memiliki tujuan yang jelas dalam aktivitas sehari-hari.

2. Praktikkan esensialisme

ilustrasi kebanggaan. (Pexels.com/Anna Shvets)

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah fokus pada aktivitas yang paling bernilai dan penting. Penulis buku Essentialism, Greg McKeown, menyarankan agar seseorang menentukan prioritas utama dalam hidup agar waktu dan energi tidak terbuang untuk hal yang kurang penting.

Sebagai contoh, menonton film sering dianggap sebagai bentuk penundaan pekerjaan. Namun, aktivitas tersebut bisa menjadi produktif apabila dimanfaatkan untuk membuat ulasan film atau konten yang memiliki nilai tambah.

3. Buat list yang konsisten dari semua pekerjaanmu

ilustrasi seseorang yang sedang menulis jadwal kegiatan (pixabay.com/geralt)

Penderita ADHD juga disarankan membuat daftar pekerjaan utama agar lebih mudah mengingat tugas yang harus diselesaikan. Daftar tersebut dapat membantu menjaga fokus ketika gangguan konsentrasi mulai muncul.

Dari daftar itu, pilih tiga hingga lima pekerjaan dengan prioritas tertinggi setiap hari. Dengan cara tersebut, tugas penting dapat diselesaikan secara lebih terarah tanpa menimbulkan tekanan berlebihan.

4. Menggunakan smartphone-mu untuk mengatur alarm

ilustrasi seorang pria yang melihat jam (pixabay.com/JESHOOTS com)

Selain itu, penggunaan smartphone juga dapat membantu meningkatkan produktivitas penderita ADHD. Alarm pengingat bisa dimanfaatkan untuk mengatur jadwal aktivitas harian agar tidak mudah lupa.

Aplikasi kalender digital pun dinilai efektif untuk mencatat berbagai agenda penting sehingga aktivitas lebih terorganisir.

5. Atur barang-barangmu agar tidak ada yang terlupakan

ilustrasi menolong. (Pexels.com/Ketut Subiyanto)

Masalah lain yang juga sering dialami penderita ADHD adalah lupa menaruh barang-barang penting, seperti kunci rumah atau dompet. Kebiasaan ini sering memicu stres dan membuang banyak waktu saat mencari barang yang hilang.

Untuk mengatasinya, penderita ADHD disarankan memiliki tempat khusus untuk menyimpan barang penting dan membiasakan diri menaruh barang di lokasi yang sama setelah digunakan.

Dengan menerapkan strategi manajemen waktu yang tepat, penderita ADHD dapat lebih mudah mengatasi tantangan terkait fokus dan pengelolaan waktu, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi lebih teratur dan produktif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team