Balikpapan, IDN Times - Tiga dosen Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda mengkritik keras kembali menguatnya wacana revisi sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) dari pemilihan langsung menjadi melalui DPRD. Usulan yang dilontarkan Partai Golkar itu dinilai sebagai langkah mundur demokrasi karena menghidupkan kembali pola pemilihan ala era Orde Baru.
Wacana yang mencuat sejak awal Januari 2026 tersebut bahkan mendapat respons positif dari sejumlah partai politik dalam koalisi pemerintahan, seperti Gerindra, PAN, NasDem, PKB, hingga PKS. Sementara itu, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya partai besar yang secara konsisten menolak pilkada tidak langsung karena dinilai bertentangan dengan konstitusi.
“Pilkada langsung merupakan puncak perjuangan demokrasi mahasiswa dalam meruntuhkan rezim otoriter Soeharto,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Unmul, Saipul Bachtiar dalam diskusi publik bertema “Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada” di Balikpapan, Rabu (4/2/2026).
