Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alarm Karhutla di Kaltim: 151 Titik Panas Terpantau dalam Sehari
Ilustrasi Pihak kepolisian, TNI dan Satgas Karhutla saat berusaha memadamkan api di Pulau Rupat (IDN Times/ dok Polsek Rupat)

Balikpapan, IDN Times - Sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul terdeteksinya 151 titik panas dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak melakukan aktivitas pembakaran di tengah cuaca panas.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi tersebut.

“BMKG mengingatkan seluruh pihak untuk waspada terhadap potensi karhutla,” ujarnya diberitakan Antara di Balikpapan, Minggu (26/4/2026).

1. Cuaca ekstrem melanda Kaltim

Berdasarkan data BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, suhu maksimum di Balikpapan mencapai 33–34 derajat Celsius dalam tiga hari terakhir. (IDN Times/Erik Alfian)

Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjadi pemicu meningkatnya jumlah titik panas di berbagai daerah.

Berdasarkan data BMKG pada Sabtu (25/4), sebanyak 151 titik panas terdeteksi tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Balikpapan (1), Paser (13), Kutai Barat (10), Kutai Timur (82), Kutai Kartanegara (37), dan Berau (8).

Carolina mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala, karena berisiko memicu kebakaran, terutama di area hutan dan lahan perkebunan.

2. Verifikasi terhadap titik panas ditemukan

BMKG Balikpapan mencatat sempat muncul ratusan titik api (hot spot) di Kaltim beberapa waktu lalu. (IDN Times/Erik Alfian)

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait diminta segera melakukan verifikasi lapangan terhadap titik panas yang terdeteksi.

“Tim BPBD akan memastikan apakah titik panas tersebut berpotensi menjadi karhutla. Jika terbukti rawan atau sudah terjadi kebakaran, penanganan akan langsung dilakukan,” jelasnya.

Ia juga mendorong perangkat daerah lain seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk aktif mengedukasi petani dan pekebun terkait langkah pencegahan karhutla.

3. Penemuan titik panas di Kaltim

Karhutla Kaltim Masih bisa dikendalikan (Dok. Dishut Kaltim)

Lebih lanjut, seluruh titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Khusus di Kabupaten Berau, delapan titik panas terpantau memiliki tingkat kepercayaan tinggi (level 8–9), yang tersebar di wilayah Kelay, Pulau Derawan, Sambaliung, Segah, Tabalar, dan Talisayan.

Sebelumnya, pada Jumat (23/4), BMKG juga mencatat 83 titik panas di lima daerah, yakni Bontang (1), Paser (9), Kutai Barat (4), Kutai Timur (48), Kutai Kartanegara (20), dan Berau (3).

Editorial Team