Anak yang penurut kerap dianggap sebagai “anak ideal”. Ia jarang membantah, mudah diarahkan, dan terlihat lebih dewasa dari usianya. Tak sedikit orang tua merasa beruntung memiliki anak seperti ini karena dinilai tidak merepotkan.
Namun di balik sikap patuh tersebut, bisa saja tersembunyi tekanan emosional yang tidak terlihat.
Dalam perspektif psikologi perkembangan, kepatuhan berlebihan justru dapat menjadi sinyal bahwa anak sedang menekan dirinya sendiri demi menjaga penerimaan dan keharmonisan. Anak patuh bukan karena merasa aman, melainkan karena takut dimarahi, mengecewakan, atau kehilangan kasih sayang.
Berikut enam alasan mengapa anak yang terlihat penurut berpotensi menyimpan beban emosional:
