Warga antre BBM di SPBU Pontianak. (IDN Times/Teri).
Selain itu, Pertamina juga telah menjadwalkan kapal lainnya untuk memastikan stok BBM tetap aman dan distribusi berjalan lancar. Saat ini, penyaluran produk Pertalite dan Pertamax sedang dilakukan secara bertahap ke SPBU.
“Oleh karena itu, kami memohon dukungan serta kerja sama masyarakat dan seluruh pihak agar situasi tetap kondusif,” terang Edi.
Peningkatan antrean di SPBU yang terjadi di sejumlah wilayah merupakan dampak dari lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh keterbatasan stok, melainkan meningkatnya konsumsi masyarakat dan panic buying.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah melakukan penguatan distribusi sejak awal Maret 2026. Dari total 52 unit mobil tangki dengan kapasitas 725 KL di wilayah Pontianak, telah ditambahkan 19 unit mobil tangki atau setara 233 KL (32%).
Penambahan ini dilakukan secara bertahap, yakni 13 unit sejak 1 Maret 2026 dan tambahan 6 unit pada tahap berikutnya, guna memastikan kelancaran penyaluran BBM ke SPBU.
Pertamina juga mengoptimalkan distribusi melalui peningkatan jam operasional hingga 24 jam, mobilisasi armada tambahan lintas wilayah, serta prioritas penyaluran ke SPBU dengan kebutuhan tinggi.
“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menjaga kelancaran distribusi serta memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” tukasnya.