Samarinda, IDN Times - APBD Pemprov Kalimantan Timur turun drastis dari Rp21,74 triliun pada 2025 menjadi Rp15,5 triliun pada 2026. Penurunan disebabkan pemangkasan dana transfer ke daerah ditetapkan pemerintah pusat.
Meskipun demikian, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tetap memprioritaskan keberlanjutan program pendidikan tersebut, meskipun kondisi fiskal daerah mengalami tekanan.
“APBD semua daerah di Indonesia turun, tetapi kami akan tetap memberikan beasiswa Gratispol. Kami yakin investasi yang paling baik adalah pada sumber daya manusia,” ujarnya dalam akun IG Pemprov Kaltim, Senin (23/2/2026).
