Titik rawan Km 13 Lawe-lawe (www.google.com/maps)
Sementara itu, sebutnya, untuk wilayah lain di Kecamatan Babulu dan Waru kondisinya natural saja, sedangkan jalan Silkar menuju Kilometer 38 Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebagai masuk wilayah Kecamatan Sepaku ada beberapa titik jalan rusak. Lalu jalan utama di kelurahan Riko dan kelurahan Sepan masuk kecamatan Penajam jalannya cukup rusak.
“Gara-gara jalannya rusak, sering terjadi laka lantas truk terbalik, akibat berjalan pelan dengan muatan berat serta posisi kendaraan tidak imbang. Jadi kejadian laka lantas di PPU umum tersebar tidak monopoli di satu titik saja bisa terjadi di sepanjang jalan sehingga perlu kehati-hatian,” urainya.
Menurutnya, penyebab terjadinya laka lantas bisa disebabkan karena kultur jalan, tanjakan atau turunan, lebar jalan, kemiringan jalan kurang saat jalan menikung dan sebagainya termasuk kesalahan pengguna jalan yang kurang disiplin. Memang di PPU ada nama jalan gunung hantu, tapi itu cuman sebutan masyarakat PPU saja bukan karena sering ada kejadian. Seperti di Bontang ada gunung menangis.
“Sementara itu terkait dengan kegiatan operasi Zebra yang hingga kini masih berjalan, pelaksanaannya berbeda seperti tahun lalu. Dimana tahun 2020 ini karena kondisi masih pandemik COVID-19 sehingga kami banyak memberikan himbauan COVID-19 dan tertib berlalulintas lalu giat melaksanakan patroli-patroli. Jadi tidak ada target penindakan pelanggaran termasuk aktif membantu Satuan Tugas Penanganan COVID-19 ketika melaksanakan kegiatan lapangan,” pungkasnya.