Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Kembali Ancam Mahulu, Wabup Suhuk Minta Respons Cepat dan Tepat
Ilustrasi Bbencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/5/2024). Foto istimewa

Mahulu, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi terkait, TNI, Polri, relawan, hingga unsur pendukung lainnya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir akibat luapan Sungai Mahakam.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat banjir kerap terjadi saat curah hujan tinggi dan debit Sungai Mahakam meningkat.

Pada 19 hingga 20 Mei 2026, misalnya, sejumlah kampung di Mahakam Ulu kembali terdampak banjir akibat luapan sungai tersebut.

“Untuk memastikan kesiapsiagaan benar-benar berjalan di lapangan, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Suhuk di Ujoh Bilang dilaporkan Antara, Jumat (22/5/2026).

1. Koordinasi antarinstansi tangani banjir Mahulu

Distribusi bantuan logistik untuk bencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/5/2024). Foto istimewa

Hal pertama yang ditekankan adalah koordinasi antarinstansi. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memahami peran masing-masing dalam struktur komando penanganan bencana, termasuk mengetahui tugas dan posisi saat status darurat ditetapkan.

Menurut Suhuk, dalam situasi darurat yang dibutuhkan bukan rapat panjang, melainkan keputusan cepat dan tindakan yang tepat.

Selain itu, kesiapan alat dan personel juga menjadi perhatian utama. Ia meminta seluruh peralatan yang telah disiapkan pemerintah dipastikan dalam kondisi baik dan siap digunakan sewaktu-waktu.

Hal ketiga yang menjadi fokus adalah kecepatan respons dan penyampaian informasi. Kondisi geografis Mahakam Ulu yang dipenuhi riam dan jalur sungai membuat akses menuju sejumlah wilayah, terutama di kawasan hulu, cukup sulit ditempuh.

2. Kesiapan warga di daerah hilir

Distribusi bantuan logistik untuk bencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/5/2024). Foto istimewa

Karena itu, informasi dari kecamatan di wilayah hulu dinilai sangat menentukan kesiapan warga di daerah hilir.

“Kecepatan informasi dari kecamatan di kawasan hulu sangat menentukan kesiapan warga di wilayah hilir. Keterlambatan informasi berarti keterlambatan penyelamatan,” katanya.

Ia menuturkan, banjir hampir terjadi setiap tahun di Mahakam Ulu. Setelah hujan lebat pada 19 Mei 2026, banjir melanda sejumlah kampung di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, kemudian meluas hingga Kecamatan Long Bagun, Laham, dan Long Hubung.

Ketinggian air rata-rata mencapai 50 sentimeter dan merendam sejumlah kawasan seperti Kampung Long Bagun Ilir, Ujoh Bilang, dan Kampung Long Hurai.

3. Banjir yang terus mengancam Mahulu

Bencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/5/2024). Foto istimewa

Sementara itu, banjir terparah terjadi pada Mei 2024 ketika ketinggian air mencapai plafon rumah warga dan sekitar 70 persen wilayah Mahakam Ulu terdampak. Pada September 2025, wilayah tersebut juga kembali dilanda banjir.

Sebelumnya, saat memimpin Gladi Siaga Bencana di Alun-Alun Ujoh Bilang pada Kamis (21/5/2026), Suhuk menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa ditunda dan harus dibangun secara berkelanjutan bersama seluruh unsur terkait.

Editorial Team