Di era globalisasi, informasi dapat diakses dengan mudah melalui berbagai media, baik daring maupun luring. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diiringi dengan akurasi. Informasi yang tidak lengkap, kesalahan penafsiran, hingga bias sumber kerap memicu beredarnya informasi yang keliru.
Salah satu bidang yang paling sering mengalami kesalahpahaman adalah sejarah. Sejumlah peristiwa dan tokoh sejarah kerap ditafsirkan secara tidak tepat dan bertahan sebagai “fakta populer” di tengah masyarakat. Berikut beberapa contoh penafsiran sejarah yang sering keliru.
