Bisnis pakaian bekas dari luar negeri di distro Balikpapan Kaltim. Foto Sri Gunawan
Sejak berjualan offline pada Februari 2021 lalu, perempuan ini mengaku bisnisnya tersebut cukup menjanjikan. Ada saja konsumen yang meminati jenis pakaian bekas ini. Untuk para pelanggan sendiri dari kalangan remaja, kuliah, hingga dewasa.
Untuk harga sendiri, dirinya sampaikan bisa berkurang. Adapun suka duka dalam berjualan dirinya sampaikan, untuk sukanya ada kesenangan tersendiri ketika tokonya ramai pengunjung dan pemasukan juga lancar.
"Kalau dukanya kalau kita buka bal hasilnya kadang jelek semua, bingung cara jualnya seperti apa," keluhnya.
Kadang kadang barang yang dia beli tidak sesuai dengan harapan. Sehingga terkadang bukannya untung tetapi sebaliknya malah buntung.
Meskipun begitu, ia mengaku cukup optimis dalam meneruskan bisnisnya itu ke depan. Apalagi di Balikpapan relatif aman dari razia aparat soal penggunaan barang-barang bekas dari luar negeri tanpa cukai.
Sementara itu salah satu warga bernama Samsul yang juga senang terhadap barang bekas dari luar negeri. Katakan dirinya tertarik karena merk dan kualitas.
"Saya tertarik karena mereknya bagus, barang bagus," jelasnya singkat.