unsplash.com/Crisoforo Gaspar Hernandez
Kemunculan reptil dengan nama latin Crocodylidae ini kerap kali ditemukan masyarakat dan terkadang tertangkap kamera warga. Lokasi yang sering ditemukan adanya buaya ialah Sungai Mahakam Samarinda. Beberapa kali juga, masyarakat menjumpai buaya sampai berjalan ke daratan untuk menyeberang ke lokasi satu ke lokasi lainnya pada malam hari.
Perlu diketahui, di Indonesia terdapat 5 jenis buaya yaitu T. Pchlegelii, C. Porosus, C. Siamensis, C. Raninus dan C. Rovaeguineae. Dari kelima jenis buaya tersebut, empat jenis diyakini terdapat di Kalimantan, kecuali C. Novaeguineae.
Beberapa studi menyebutkan, keempat jenis buaya di Kalimantan termasuk dalam subfamili Crocodylinae. Bila dilihat dari morfologinya, kelompok buaya ini dikenal dengan nama buaya sungguhan (true crocodile), karena bentuk moncongnya memanjang mulai dari bagian posterior tengkorak. Sedangkan bila dilihat dari macam habitat yang disenangi, kelompok buaya ini dikenal dengan nama buaya rawa (palustrine crocodile).
Penyebaran dari keempat jenis buaya yang diyakini terdapat di Kalimantan cukup unik,
karena tidak semua perairan di keempat provinsi di Kalimantan dapat dijumpai keempat jenis buaya tersebut. Buaya jenis C. Siamensis sampai saat ini diyakini hanya terdapat di Kaltim. Bila dilihat dari penyebarannya, C. Siamensis terdapat di Asia daratan, yaitu di Vietnam, Kamboja dan Thailand.
Untuk buaya jumbo yang ditemukan hari ini, masih belum dapat dipastikan oleh pihak BKSDA jenis kelamin dan jenisnya, karena masih fokus dalam pemindahan lokasinya ke tempat yang aman.