Rasa percaya diri pada anak tidak terbentuk secara instan. Sikap ini tumbuh dari pengalaman sehari-hari, terutama dari interaksi dengan orang tua. Cara orang tua berbicara, merespons, hingga memperlakukan emosi anak akan membentuk cara anak memandang dirinya sendiri.
Ketika lingkungan terdekat tidak memberikan rasa aman dan penghargaan yang cukup, anak berisiko tumbuh dengan keraguan terhadap kemampuan dan nilai dirinya.
Dalam psikologi perkembangan, rendahnya kepercayaan diri anak kerap bukan disebabkan oleh kekurangan pribadi, melainkan pola asuh yang minim dukungan emosional. Anak belajar menilai dirinya melalui cara orang tua memperlakukannya.
Berikut tujuh tanda pola asuh yang dapat membuat anak sulit percaya diri:
