Banyak orang tua merasa heran, bahkan terluka, ketika mengetahui anak justru lebih terbuka kepada teman, guru, atau orang lain dibandingkan kepada dirinya sendiri. Padahal, orang tua merasa telah memberikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya.
Namun dalam psikologi perkembangan, kejujuran anak bukan semata soal kedekatan, melainkan tentang rasa aman secara emosional. Anak cenderung jujur kepada orang yang membuatnya merasa didengar tanpa dihakimi.
Ketika rumah belum sepenuhnya menjadi ruang aman untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan, anak secara alami akan mencari tempat lain untuk bercerita.
Berikut enam alasan psikologis mengapa anak lebih berani jujur kepada orang lain dibandingkan kepada orang tuanya:
