Burnout kerap dipahami sebagai kondisi kelelahan ekstrem yang membuat seseorang tak mampu beraktivitas. Padahal, dalam banyak kasus, burnout muncul secara perlahan dan nyaris tak disadari. Seseorang masih bisa bekerja, bersosialisasi, bahkan menuntaskan tanggung jawab seperti biasa, meski energi mental dan emosinya terus terkuras.
Karena tidak langsung melumpuhkan, gejalanya sering dianggap sebagai “capek biasa”. Padahal, burnout bukan hanya soal kelelahan fisik, melainkan juga tekanan mental dan emosional yang menumpuk. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi cara berpikir, menurunkan motivasi, hingga membuat hidup terasa hambar.
Berikut lima tanda awal burnout yang kerap diabaikan:
