Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesultanan Paser, Kalimantan Timur (situsbudaya.id)
Kesultanan Paser, Kalimantan Timur (situsbudaya.id)

Penajam, IDN Times - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Mudyat Noor, mengajak Kesultanan Paser untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi lokal di tengah pesatnya perkembangan daerah.

"Kami berkomitmen menjaga kelestarian budaya lokal," ujar Bupati Mudyat Noor diberitakan Antara di Penajam, Kamis (5/6/2025).

1. Langkah konkret menjaga warisan budaya

Bupati PPU, Mudyat Noor (IDN Times/Ervan)

Menurut Mudyat, pemerintah daerah telah mengajak Kesultanan Paser untuk merumuskan langkah konkret dalam menjaga warisan adat yang telah mengakar di masyarakat. Salah satunya dengan menyusun program budaya yang berkelanjutan dan menjadikan kegiatan budaya sebagai agenda resmi tahunan Pemkab PPU.

“Kami ingin kegiatan budaya berbasis adat menjadi agenda tetap yang digelar tiap tahun. Ini bagian dari upaya mempertahankan kekayaan budaya di tengah arus modernisasi,” kata Mudyat.

2. Bersama-sama menjaga warisan budaya

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat menerima gelar adat "Kakah Demong Agung Bela Negara" yang diberikan secara simbolis oleh Aji Muhammad Jamawi selaku Sultan Muhammad Alamsyah III dari Kesultanan Paser, di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (22/8/2022). (Antara)

Ia menegaskan, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat dan lembaga kebudayaan.

3. Kesultanan Paser menyambut positif ajakan pemda

Sultan Ibrahim Khaliluddin, pejuang asal Kesultanan Paser. (Dok. Muhammad Sarip)

Sementara itu, Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi menyambut baik ajakan tersebut. Ia menilai pelestarian budaya tidak hanya tentang merawat masa lalu, tetapi juga membangun identitas daerah dan menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

“Semakin kuat pengaruh budaya luar yang masuk lewat teknologi dan media sosial, semakin besar pula tantangan menjaga kearifan lokal. Kita tidak boleh lengah,” tegasnya.

Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun harus tetap hidup dan relevan, sebagai fondasi jati diri masyarakat Paser di tengah perubahan zaman.

Editorial Team