Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Provinsi Kaltim menyiapkan 3.500 dosis vaksin untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan kurban. (Dok. Ditjenpkh Kementerian Pertanian)
Pemerintah Provinsi Kaltim menyiapkan 3.500 dosis vaksin untuk mengantisipasi penyebaran PMK pada hewan kurban. (Dok. Ditjenpkh Kementerian Pertanian)

Samarinda, IDN Times – Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tak mau ambil risiko. Sebanyak 3.500 dosis vaksin sudah disiapkan untuk mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban.

“Pemerintah pusat sudah menyiapkan vaksin PMK, dan kami sedang intens koordinasi untuk pengiriman ke daerah. Surat permohonan juga segera kami kirim, supaya distribusi ke kabupaten/kota bisa cepat dilakukan,” kata Maulana Firmansyah, Ketua Tim Perlindungan Hewan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Kamis (24/4/2025).

1. Fokus ke pedagang sapi kurban dan peternakan sekitar

Ketua Tim Perlindungan Hewan - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Maulana Firmansyah. (Dok. Dinas Peternakan Kaltim)

Maulana menjelaskan, 3.500 dosis vaksin itu dihimpun berdasarkan kebutuhan di setiap daerah dan bakal diprioritaskan buat pedagang sapi kurban.

Vaksinasi juga menyasar peternakan yang lokasinya berada dalam radius tiga kilometer dari titik penjualan hewan kurban. Tujuannya, untuk memutus potensi rantai penyebaran PMK.

2. Kaltim aman dari PMK, tapi tetap waspada

Ilustrasi vaksin PMK. (Ditjen PKH-Kementerian Pertanian)

Kabar baiknya, sejak Februari-Maret 2025, sudah tidak ada lagi laporan kasus PMK di wilayah Kaltim.

“Alhamdulillah, Kaltim bisa dibilang saat ini bersih dari PMK,” tegas Maulana.

Kendati demikian, pengawasan tetap diperketat, terutama untuk lalu lintas ternak dari luar provinsi. Protokol karantina pun diberlakukan ketat. Semua ternak yang masuk wajib diperiksa secara menyeluruh di daerah asal.

“Kalau dua minggu masa karantina nggak ditemukan gejala PMK, baru bisa lanjut ke Kaltim. Umumnya, karantina dilakukan di daerah asal seperti Sulawesi dan NTT,” jelasnya.

3. Dinas Peternakan bakal turun ke lapangan

Ilustrasi vaksin PMK. (Ditjen PKH-Kementerian Pertanian)

Ternyata, banyak peternak lokal di Kaltim yang mengambil bibit ternak dari Sulawesi dan NTT, lalu digemukkan selama 3–6 bulan untuk persiapan kurban. Ini jadi bagian dari strategi pemenuhan stok hewan kurban di Kaltim.

Mendekati Idul Adha, tim dari Dinas Peternakan juga bakal turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan intensif di lokasi penjualan dan masjid. Pemeriksaan fisik hewan (antemortem) biasanya dilakukan tiga hari sebelum hari H.

“Pemeriksaan ini sudah jadi agenda rutin kami. Kami ingin pastikan hewan kurban dalam kondisi sehat,” ujar Maulana.

Editorial Team