Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dari Ricuh ke Respons, Rudy Mas’ud Buka Suara soal Aksi 214
Masa aksi membentangkan poster saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar

Samarinda, IDN Times - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, merespons terbuka aksi unjuk rasa yang digelar ribuan massa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (21/4/2026) hingga malam hari.

Rudy menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, masyarakat, serta aparat keamanan yang dinilai turut menjaga situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, seluruh lapisan masyarakat, serta TNI-Polri yang telah menjaga keamanan hingga aksi berakhir,” ujar Rudy dilaporkan Antara di Samarinda, Rabu (21/4/2026).

1. RIbuan massa mendemo kepemimpinan Rudy Masud

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat Rapat terkait batas wilayah IKN di Kemendagri (IDN Times/istimewa)

Berdasarkan pantauan di lapangan, jumlah massa aksi diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang. Mereka memadati Jalan Gajah Mada hingga kawasan Teras Samarinda dengan bentangan hampir satu kilometer. Sementara itu, pengamanan melibatkan lebih dari 1.700 personel gabungan.

Rudy berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berperan aktif sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan di Benua Etam.

Ia menilai berbagai masukan yang disampaikan publik merupakan bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke depan.

“Saya menyadari bahwa masa depan Kalimantan Timur berada di tangan generasi muda yang peduli,” ungkapnya.

2. Kerusuhan dalam aksi unjuk rasa di Samarinda

Personel Polri berusaha membubarkan pengunjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar

Sebelumnya, aksi unjuk rasa tersebut sempat diwarnai kericuhan. Massa yang kecewa karena tidak berhasil menemui pimpinan daerah terlibat aksi lempar batu di sekitar lokasi demonstrasi.

Untuk mengendalikan situasi yang memanas, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda bersama tim gabungan menembakkan water cannon guna membubarkan massa yang bertahan hingga melewati batas waktu menjelang Maghrib.

Aksi yang diinisiasi oleh gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil itu membawa sejumlah tuntutan kepada DPRD Kaltim, termasuk mendesak penggunaan hak angket dan interpelasi.

3. Renovasi Rumah Dinas Gubernur Kaltim

Pengunjuk rasa menarik kawat berduri saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar

Salah satu sorotan utama massa adalah penggunaan anggaran daerah sebesar Rp25 miliar untuk renovasi rumah jabatan gubernur yang dinilai tidak tepat di tengah kondisi ekonomi masyarakat.

Selain itu, massa juga mengkritisi belanja operasional pemerintah yang dianggap belum efektif.

Dalam aksi tersebut, para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan “Kaltim Darurat KKN” sebagai bentuk kritik terhadap dugaan praktik nepotisme, termasuk penempatan kerabat di sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan.

Editorial Team