Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dari Silaturahmi Jadi Festival Besar, “Kosong-Kosong“ Ramaikan Pontianak
Kemeriahan event “Kosong-Kosong“ di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Pontianak, IDN Times - Kota Pontianak kembali diramaikan oleh event tahunan “Kosong-Kosong“ yang memasuki pelaksanaan ke-21. Kegiatan ini digelar di Museum Kalimantan Barat pada Kamis (26/3/2026).

Awalnya, “Kosong-Kosong“ digagas sebagai ajang silaturahmi antar musisi. Namun seiring waktu, event ini berkembang menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus panggung apresiasi bagi talenta lokal.

Panitia “Kosong-Kosong“, Ilham, menjelaskan bahwa kegiatan ini telah berjalan selama sekitar 22 tahun, meski baru terlaksana sebanyak 21 kali.

“Awalnya memang hanya untuk musisi, tapi sekarang sudah menjadi milik masyarakat Pontianak. Semua bisa datang, menikmati, dan merasakan suasananya,” ujarnya.

1. Ajang silaturahmi momen Idul Fitri

Warga Pontianak hadir di event tahunan “Kosong-Kosong“. (IDN Times/Teri).

Pada tahun ini, acara kembali digelar di area Museum Kalbar dengan menghadirkan sekitar 33 penampil dari berbagai genre musik. Untuk menunjang kemeriahan, panitia menyiapkan empat panggung sekaligus, yakni Gemilau Stage, Gemilang Stage, Primadona Stage, dan Layar Stage.

Keberagaman penampil ini menjadi bukti bahwa musisi lokal mampu menghadirkan karya yang berkualitas dan layak mendapat ruang apresiasi lebih luas.

“Tujuan utama kami selain mempererat silaturahmi, juga memperkenalkan kepada masyarakat bahwa musisi lokal memiliki kualitas yang tidak kalah,” tambah Ilham.

2. Gandeng pelaku UMKM

Band lokal Pontianak meriahkan “Kosong-Kosong“. (IDN Times/Teri).

Dari sisi konsep, panitia tidak melakukan banyak perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus utama tetap pada kenyamanan pengunjung agar dapat menikmati acara lebih lama.

“Kami ingin pengunjung betah, bisa berkumpul dan menikmati suasana. Secara konsep tidak banyak berubah, hanya lokasi yang berbeda,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan pertunjukan musik, “Kosong-Kosong“ juga melibatkan pelaku UMKM sebagai bagian dari ekosistem acara. Sekitar empat brand turut berpartisipasi, khususnya di sektor kuliner.

Kolaborasi ini dinilai memberikan dampak positif, baik bagi pelaku usaha maupun pengunjung.

“Kami saling mendukung. UMKM ikut meramaikan, dan pengunjung juga mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap,” kata Ilham.

3. Ribuan warga Pontianak padati “Kosong-Kosong“

Warga Pontianak padati event “Kosong-Kosong“. (IDN Times/Teri).

Dari sisi jumlah pengunjung, event ini secara konsisten menarik antusiasme tinggi. Setiap tahunnya, jumlah pengunjung berkisar antara 3.000 hingga 3.500 orang.

Meski relatif stabil, Ilham menyebut tahun ini menghadirkan nuansa yang lebih segar.

“Ada UMKM baru dan juga pengunjung lama yang kembali hadir. Jadi suasananya terasa berbeda,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan berbagai pihak, “Kosong-Kosong “ terus membuktikan diri sebagai lebih dari sekadar festival musik, melainkan ruang hidup bagi kreativitas, komunitas, dan kebanggaan lokal di Pontianak.

Editorial Team