Tak sedikit orang menoleransi sesuatu bukan karena itu benar, melainkan karena takut kehilangan, menghindari konflik, atau merasa tidak enak hati. Kita kerap meyakinkan diri bahwa semuanya “baik-baik saja”, padahal di dalam hati ada luka kecil yang terus bertambah.
Kebiasaan ini biasanya terjadi perlahan. Dampaknya tidak langsung terasa, namun lama-kelamaan dapat mengikis harga diri dan ketenangan batin.
Berikut lima kebiasaan yang sering dianggap wajar, padahal sebenarnya menyakitkan.
